Harita Nickel bangun sistem tanggap darurat dan latih warga siaga bencana
![]() |
| Foto istimewa |
Selain ancaman geologi, faktor hidrometeorologi juga menjadi risiko serius. Intensitas hujan ekstrem yang kerap terjadi meningkatkan potensi banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sepanjang semester pertama tahun 2025 terjadi 76 kejadian bencana hidrometeorologi di 48 kecamatan di Maluku Utara. Kabupaten Halmahera Selatan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak.
Fakta tersebut menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha yang beroperasi di wilayah ini.
Kabupaten Halmahera Selatan sendiri menjadi daerah yang paling sering terdampak dengan total 19 kejadian. Kepala BNPB Halmahera Selatan, Suharyanto, menegaskan bahwa di balik pesona alamnya, Maluku Utara memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi.
Ia mengingatkan seluruh pihak harus selalu siap siaga dan tidak menunggu jatuhnya korban baru bertindak.
Membangun Sistem, Bukan Sekadar Program
Menyadari tantangan tersebut, Harita Nickel mengambil langkah proaktif dengan menjadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas dalam strategi keberlanjutan perusahaan.
Perusahaan ini menjalin kemitraan strategis dengan akademisi dari Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) untuk memetakan potensi bahaya secara lebih akurat.
Ketua DRRC UI, Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa pengelolaan bencana merupakan elemen vital bagi industri tambang yang beroperasi di wilayah rawan bencana.
“Pengelolaan bencana merupakan bagian dari implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Melalui kajian mendalam, Desa Kawasi di Pulau Obi teridentifikasi memiliki kerentanan spesifik terhadap ancaman gempa bumi, angin kencang, ombak besar, hingga potensi tsunami,” jelasnya.
Merespons kajian tersebut, Harita Nickel kemudian meluncurkan program Pelatihan Siaga Bencana bagi masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.
Occupational Health and Safety (OHS) Manager Harita Nickel, Supriyanto Suwarno, mengatakan inisiatif ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan melalui penerapan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH).
Menurutnya, komitmen tersebut tidak hanya mencakup keselamatan pekerja, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar area operasional perusahaan.
Puncaknya, pada Desember 2025 Harita Nickel menggelar Pelatihan Tanggap Bencana secara intensif di Desa Kawasi dengan melibatkan 51 warga dalam simulasi yang dirancang menyerupai kondisi darurat nyata.
Dalam pelatihan tersebut, warga dilatih berbagai keterampilan dasar, mulai dari teknik pemadaman api dini hingga prosedur evakuasi mandiri saat terjadi bencana.
“Dalam kegiatan ini juga dibentuk Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) sebagai garda terdepan dalam penanganan situasi darurat di tingkat masyarakat,” ujar Supriyanto.
Uji Praktik di Lokasi Bencana
Sistem kesiapsiagaan bencana yang telah dibangun tersebut langsung diuji ketika banjir parah melanda Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, pada Januari lalu.
Dalam situasi tersebut, Harita Nickel segera menerjunkan Emergency Response Team (ERT) untuk membantu warga mengevakuasi barang-barang serta membersihkan puing-puing sisa banjir.
Kondisi di lapangan saat itu cukup kritis, termasuk di Desa Tongute Ternate yang terdampak cukup parah. Merespons kondisi tersebut, perusahaan memprioritaskan layanan kesehatan dengan menerjunkan dua paramedis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga terdampak.
Selain itu, ratusan paket bantuan kesehatan juga disalurkan kepada masyarakat. Tak hanya layanan medis, bantuan logistik seperti matras, beras, mi instan, dan air mineral turut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sebanyak 1.593 warga yang berada di pengungsian.
Camat Ibu, Warjin Hi Soleman, menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut. Ia menilai kehadiran tim medis serta bantuan perlengkapan tidur sangat membantu menjaga stabilitas kondisi warga di pengungsian.
Senada dengan itu, Kepala BPBD Halmahera Barat, Gunawan MT Ali, juga memuji koordinasi yang dilakukan Harita Nickel dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Aksi tanggap bencana Harita Nickel juga menjangkau Desa Yaba, Kabupaten Halmahera Selatan, yang turut terdampak banjir. Berbeda dengan bantuan medis di Kecamatan Ibu, dukungan di Desa Yaba difokuskan pada pemulihan infrastruktur permukiman warga.Perusahaan menyalurkan bantuan berupa 400 sak semen dan 150 lembar seng untuk membantu perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat banjir.
Salah satu warga Desa Yaba, Yohan Galela, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. Ia mengaku dukungan itu sangat membantu warga dalam memperbaiki rumah yang rusak.
“Kami akan memanfaatkan bantuan ini sebaik mungkin. Bantuan ini membuat kami bisa memperbaiki fondasi serta dinding rumah yang rusak,” ujarnya. (*)
