![]() |
| Foto istimewa |
HalSel-Ikatan Pelajar Mahasiswa Gumira (IPMAG) Kecamatan Gane Barat Utara Kabupaten Halmahera Selatan resmi memgelar pembukan Safari Ramadhan pada (Senin 23/02 2026 ).
Dalam pembukaan agenda Safari Ramadhan tahun ini, Ketua Umum IPMAG, Siti Rizky A. Torano, menekankan bahwa Ramadhan adalah momentum universal untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperbaiki kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.
Siti Rizky menyampaikan bahwa di tengah masyarakat yang majemuk, bulan suci ini menjadi pengingat akan pentingnya persatuan. Perbedaan latar belakang, suku, maupun pandangan politik tidak boleh menjadi pembatas dalam menebar kebaikan.
"Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk duduk bersama satu meja, berbagi takjil, dan menebar kemaslahatan," ungkapnya dalam sambutan hangat di hadapan warga.
Menyoroti fenomena sosial saat ini, Ikatan Pelajar Mahasisw Gumira melihat adanya pergeseran fokus generasi muda yang mulai terasing dari nilai-nilai lokal akibat ketergantungan pada teknologi, khususnya game online. Safari Ramadhan kali ini pun diformulasikan bukan sebagai ajang kompetisi mencari juara, melainkan sebagai sarana edukasi.
"Safari ini merupakan ajang mengasah potensi edukasi terhadap generasi muda yang kian tergilas zaman. Kita melihat ada ancaman pada aspek moralitas dan pergaulan yang membuat generasi kita lebih fokus pada game online daripada pengembangan diri," tegas Siti.
Selain isu kepemudaan, Siti Rizky juga memberikan catatan kritis terhadap kondisi desa saat ini. Ia menyebut kondisi objektif desa saat ini sebagai "tamparan keras" yang menuntut perubahan nyata dalam sistem pemerintahan desa.
IPMAG mendorong adanya kolaborasi yang lebih sehat antara pemerintah dan masyarakat melalui tiga pilar utama:
Kerjasama lintas sektor untuk pembangunan desa, Keterbukaan informasi publik terkait kebijakan desa dan, Tanggung jawab penuh dalam pengelolaan aset dan anggaran desa.
Mengacu pada Regulasi Kemendesa PDTT, Siti Rizky mengingatkan bahwa peran desa mencakup pembangunan infrastruktur fisik maupun pembangunan manusia. IPMAG berkomitmen untuk terus menjadi mitra kritis sekaligus penggerak agar desa lebih maju dan berkembang melalui jalur pendidikan dan pelestarian tradisi lokal.
"Tradisi lokal adalah momentum sakral. Ini adalah langkah IPMAG untuk mendorong lahirnya sumber daya generasi Gumira yang lebih baik dan tetap berpegang pada akar budaya kita," tutupnya.
