![]() |
| Foto istimewa |
Ternate - Upaya memperkuat literasi keislaman berbasis akademik terus dilakukan di Kabupaten Halmahera Timur. Salah satunya melalui Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) Al-Qur’an Tahun 2025 yang digelar atas kolaborasi Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) bersama Yayasan Pendidikan Nahdiyatul Mulk.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengasah kemampuan menulis ilmiah dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi utama. Tidak sekadar membaca dan memahami, peserta didorong untuk meneliti, menganalisis, serta menuangkan gagasan Qurani secara sistematis dan metodologis.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Halmahera Timur, Muhammad Abdullah, S.P, M.Sp, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menegaskan bahwa pelatihan ini sejalan dengan komitmen Pemda Haltim dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual.
Ketua Yayasan Pendidikan Nahdiyatul Mulk, Salim Taib, menyampaikan bahwa pelatihan KTI Al-Qur’an dirancang sebagai sarana pembelajaran yang mendorong peserta berpikir kritis, kreatif, dan kontekstual. Ia menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber ilmu yang terus dikaji secara akademik agar tetap relevan dengan dinamika zaman.
Ia menilai, pendekatan ilmiah terhadap Al-Qur’an akan melahirkan karya-karya yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat. “Kami ingin peserta memahami bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca dan dilombakan, tetapi juga diteliti dan ditulis secara ilmiah,” ujarnya.
Selain meningkatkan kapasitas akademik, pelatihan ini juga diarahkan sebagai bagian dari persiapan menghadapi MTQ Tingkat Kabupaten Halmahera Timur Tahun 2026. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi penunjang penting bagi mahasiswa dan pelajar dalam menyusun skripsi maupun karya ilmiah lainnya.
Untuk memastikan kualitas pembelajaran, panitia menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman dan kompeten, seperti Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, Dr. Fatum Abubakar, M.Ag, Dr. Fahima Abd. Gani, MA, Dr. Harwis, Lc, dan Dr. Sukardi Abas, M.Pd., M.Si. Materi yang disampaikan mencakup metodologi penelitian, etika penulisan ilmiah, hingga teknik mengaitkan ilmu pengetahuan umum dengan perspektif Al-Qur’an.
Pelatihan resmi dimulai dengan pembacaan Bismillahirrahmanirrahim, menandai dimulainya proses pembelajaran intensif yang diharapkan melahirkan penulis-penulis muda Qurani yang visioner dan berdaya saing.
Melalui kolaborasi ini, Pemda Halmahera Timur dan Yayasan Pendidikan Nahdiyatul Mulk menunjukkan komitmen bersama dalam membangun tradisi akademik Islami yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Halmahera Timur sebagai daerah yang serius mengembangkan kualitas sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
