Presiden pastikan dana, TNI-Polri, dan logistik tiba cepat di daerah bencana
Presiden menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat dan masif untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana terpenuhi. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah percepatan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap.
“Mulai hari Minggu ini, pemerintah sudah mulai membangun 2.000 unit rumah bagi masyarakat terdampak,” ujar Presiden.
Selain itu, Presiden memastikan anggaran penanganan bencana telah disiapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tidak hanya itu, pemerintah pusat juga menyalurkan dana operasional langsung kepada pemerintah daerah terdampak, di luar anggaran pemulihan yang telah ditetapkan.
“Semua gubernur yang terdampak langsung saya perintahkan untuk menerima dana operasional taktis sebesar Rp20 miliar. Sementara seluruh bupati dan wali kota di 52 kabupaten/kota terdampak masing-masing menerima Rp4 miliar. Tiga hari setelah instruksi saya, uang sudah sampai di semua kabupaten,” tegas Presiden Prabowo.
Dalam mendukung percepatan pemulihan, pemerintah juga telah mengerahkan 1.000 unit alat berat ke wilayah terdampak, yang terdiri dari truk, ekskavator, tangki air bersih dan air minum. Pada hari sebelumnya, pemerintah kembali menambah armada berupa alat berat tambahan, truk air minum, persediaan air bersih, serta toilet-toilet portabel.
Di sektor infrastruktur, Presiden mengungkapkan bahwa pembangunan 50 unit jembatan bailey tengah dilakukan untuk memulihkan akses transportasi. Hingga saat ini, tujuh jembatan telah selesai dibangun dan mulai digunakan masyarakat.
Sementara itu, dari sisi pengamanan dan bantuan kemanusiaan, sebanyak 50 ribu personel TNI dan Polri telah ditugaskan di daerah-daerah terdampak bencana. Pemerintah juga mengerahkan 50 unit helikopter serta sejumlah pesawat angkut untuk mendukung distribusi logistik melalui jalur udara ke wilayah yang sulit dijangkau.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengerahan sumber daya secara besar-besaran ini mencerminkan kapasitas Indonesia sebagai negara yang kuat dan mandiri dalam menghadapi bencana.
“Ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu menangani bencana dengan kekuatan sendiri, secara terorganisir, cepat, dan efektif,” pungkas Presiden. (*)
