Gagasan Halmahera Metropolitan lahir untuk menyatukan ekonomi kepulauan
![]() |
| Foto istimewa |
Menurutnya, langkah ini menjadi jawaban atas karakteristik geografis dan pola pemukiman masyarakat Maluku Utara yang tersebar di pulau-pulau kecil, sehingga menyebabkan pertumbuhan ekonomi berjalan lambat.
“Masyarakat Maluku Utara cenderung bermukim di pulau-pulau kecil. Akibatnya tingkat kepadatan penduduk di pulau kecil jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pulau besar seperti Halmahera. Padahal Halmahera justru mencatatkan kepadatan terendah,” jelas Mochtar.
Ia menjelaskan, pola pemukiman satu desa satu pulau, yang banyak dijumpai di wilayah ini, menjadi tantangan tersendiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dari total 64 pulau berpenghuni di Maluku Utara, hanya sekitar 23 pulau yang memiliki konsentrasi penduduk signifikan.
“Hal inilah yang membuat laju pertumbuhan ekonomi kita tidak signifikan. Investasi di pulau-pulau berpenghuni cenderung mahal, dan pembangunan manusia juga berjalan lambat,” ungkapnya.
Belajar dari Negara Kepulauan Dunia
Mochtar menilai fenomena ini tidak hanya terjadi di Maluku Utara, melainkan juga di banyak negara kepulauan di dunia. Negara dengan pola pemukiman di pulau-pulau kecil umumnya tumbuh lebih lambat.
“Kepulauan Fiji dan Solomon misalnya, mengalami hal serupa. Sementara Jepang sejak tahun 1953 sudah memulai kebijakan pembangunan pulau-pulau secara terintegrasi dan profesional melalui JAICA,” ujarnya Mochtar kepada media ini Selasa, (11/11/2025).
Indonesia sendiri, lanjutnya, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 6.000 pulau berpenghuni, membutuhkan waktu panjang untuk naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah.
Halmahera Sebagai Mesin Pertumbuhan
Dalam konteks Maluku Utara, Mochtar menilai Pulau Halmahera memiliki potensi besar untuk menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang menggerakkan wilayah kepulauan sekitarnya.
“Kalau bangsa lain bisa menikmati Halmahera, mengapa anak-anak pulau kecil tidak bisa menikmati Halmahera juga?” ujarnya retoris.
Karena itu, ia mendorong agar pemerintah provinsi mulai menyiapkan ruang (space) yang dapat dimanfaatkan generasi muda dari pulau-pulau kecil, khususnya generasi milenial dan Gen Z agar ikut terlibat dalam geliat ekonomi Halmahera, terutama di sektor industri dan pertambangan.
Sofifi Sebagai Pusat Integrasi Ekonomi
Gagasan“Sofifi Halmahera Metropolitandimaknai sebagai konsep pengembangan kota Sofifi yang bukan hanya berfungsi sebagai ibu kota administratif, tetapi juga pusat konektivitas dan kegiatan ekonomi yang menjembatani pulau-pulau kecil di Maluku Utara.
“Sofifi Halmahera Metropolitan menjembatani kegiatan ekonomi masyarakat pulau-pulau kecil agar mereka bisa mengambil bagian dalam percepatan ekonomi berbasis industri dan sumber daya alam Halmahera,” terang Mochtar.
Dengan konsep ini, Sofifi diharapkan menjadi simpul pertumbuhan baru menghubungkan potensi industri di Halmahera dengan sumber daya manusia dari pulau-pulau kecil, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah Maluku Utara. (*)
Editor | Idham Hasan
Simak breaking news dan berita pilihan LUGOPOST langsung dari WhatsApp-mu!Klik 👉 Channel LUGOPost.id Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Sumber : LUGOPOST.
