Air Minum Kayoa Segera Dibangun, Pemkab Halsel Sukses Perjuangkan

Editor: Admin

Lelang dini digelar Desember, persiapan lengkap

Foto istimewa
Labuha, Maluku Utara – Komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan di bawa kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dalam menangani krisis air bersih di wilayah Makian Kayoa memasuki tahap yang semakin konkret. Setelah melalui proses panjang penyusunan dokumen teknis, pemerintah pusat akhirnya mengakomodasi usulan SPAM Makian Kayoa sebagai program prioritas nasional untuk tahun 2026.

Direktur PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, mengungkapkan bahwa PDAM bersama Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) telah menuntaskan seluruh dokumen Readiness Criteria (RC) yang menjadi syarat utama pengusulan program ke pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, semua dokumen yang diminta pemerintah pusat telah kami rampungkan, termasuk pendampingan dan verifikasi bersama tim Dana Daerah Urusan Bersama (DDUB). Ini bukti komitmen pemerintah daerah melalui Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakilnya, Helmi Umar Mukcsin ” jelasnya.

Menurutnya, Usulan tersebut juga telah masuk dalam RKA Kabupaten 2026, sehingga dukungan anggaran dari pusat dan daerah dapat berjalan beriringan.

Soleman menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mengajukan lima usulan program air bersih pada tahun 2026, yakni: SPAM Makian Kayoa, 

SPAM Labuha-Bacan Timur, SPAM Obi , SPAM Gane Barat-Gane Timur  

Dari seluruh usulan tersebut, SPAM Makian Kayoa menjadi yang pertama diakomodasi oleh pemerintah pusat karena tingkat kerawanan air yang tinggi di wilayah tersebut.

Adapun desa yang masuk zona prioritas penanganan air bersih di Makian Kayoa meliputi:

Sagawele, Posi-posi, Kayoa Induk, Guruapin, Bajo, Orimakurunga, Ngokomalako, Gayap, dan Karamat. Dimana wilayah ini telah lama mengalami kesulitan pasokan air bersih, sehingga menjadi fokus utama intervensi pemerintah pusat ke daerah masuk di tahun 2026.

Soleman menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama PDAM dan Kementerian PUPR melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Maluku Utara telah menyepakati langkah lanjutan untuk mempercepat pelaksanaan program.

“Insya Allah kegiatan ini akan masuk proses pelelangan dini pada bulan Desember. Setelah itu, pekerjaan konstruksi akan dimulai pada tahun 2026,” ujar Soleman.

Ia berharap percepatan proses administrasi dan pelelangan dapat memastikan bahwa masyarakat Makian Kayoa benar-benar merasakan manfaat peningkatan layanan air bersih sesuai target yang ditetapkan.

Dengan akomodasi pusat, kelengkapan dokumen RC, dan penjadwalan pelelangan dini, program SPAM Makian Kayoa kini menjadi salah satu proyek strategis yang diproyeksikan memberi dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Halmahera Selatan. (*) 


Editor | Idham Hasan 


Simak breaking news dan berita pilihan LUGOPOST langsung dari WhatsApp-mu!Klik 👉 Channel LUGOPost.id Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sumber : LUGOPOST.


Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com