Akademisi ungkap kajian lengkap dan manfaat besar, tapi publik menunggu langkah nyata pemerintah.
![]() |
| Dr. Amran Husen, SE., ME. |
Amran menyebutkan bahwa Jalan Trans Kieraha telah melewati studi kelayakan (FS) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Ia menegaskan bahwa rute yang dipilih tidak menyentuh kawasan hutan lindung sehingga aman secara ekologis.
“Secara teknis dan lingkungan, proyek ini memenuhi syarat. Tidak ada alasan untuk mempertanyakan kelayakannya,” ujarnya Amran kepda media ini Rabu, (26/11).
Menurutnya, keberadaan Trans Kieraha sangat strategis karena diproyeksikan menjadi tulang punggung logistik pangan di wilayah Halmahera. Dengan jalan tersebut, hasil panen petani dan tangkapan nelayan dari Halmahera Timur bisa langsung mengalir ke Halmahera Tengah, terutama ke kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).
“IWIP adalah pasar besar dengan kebutuhan pangan yang sangat tinggi. Jalan ini membuka akses langsung dan menurunkan biaya logistik. Petani dan nelayan kita akan merasakan dampaknya,” kata Amran.
Trans Kieraha juga dipandang sebagai pilar penting untuk mempercepat perkembangan Sofifi sebagai ibu kota provinsi. Selama ini, terbatasnya akses jalan menjadi salah satu faktor yang menghambat geliat ekonomi di kawasan Sofifi.
“Dengan konektivitas yang membaik, Sofifi dapat tumbuh menjadi pusat pelayanan, pusat ekonomi, dan pusat aktivitas masyarakat,” jelas Amran.
Amran menekankan bahwa proyek tersebut tidak seperti yang dikhawatirkan sebagian pihak. Kajian ulang bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menunjukkan bahwa nilai Harga Pokok Penjualan (HPS) diturunkan setelah evaluasi.
“Artinya, proyek ini tidak membebani APBD. Justru efisiensi anggaran berhasil dicapai berkat evaluasi yang ketat,” ujar Amran.
Meski demikian, Amran mengakui bahwa pengawasan publik tetap penting. Ia menyinggung sejumlah catatan dari kelompok masyarakat sipil. ISNU Maluku Utara mengingatkan pemerintah untuk memastikan proyek ini dibangun dengan prinsip keadilan sosial, bukan sebagai proyek yang melayani kepentingan ekonomi kelompok tertentu.
Kaidah.ID juga menyoroti perlunya pembangunan yang konsisten pada karakter kepulauan. “Jangan sampai arah pembangunan mengacu pada pola pikir daratan besar. Maluku Utara adalah provinsi kepulauan, dan setiap pembangunan harus mempertimbangkan konteks itu,” tulis mereka.
Dengan kajian teknis yang kuat, urgensi ekonomi yang nyata, serta potensi mempercepat perkembangan Sofifi sebagai ibu kota, Jalan Trans Kieraha dinilai sebagai proyek strategis yang layak didorong. Namun publik tetap menunggu langkah pemerintah untuk memastikan proyek ini berjalan transparan, adil, dan bebas dari kepentingan sempit, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Halmahera secara luas. (*)
Editor | Idham Hasan
Simak breaking news dan berita pilihan LUGOPOST langsung dari WhatsApp-mu!Klik 👉 Channel LUGOPost.id Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Sumber : LUGOPOST
