Raih 9 Emas dan 4 Perunggu, Bukti Kerja Keras dan Kepedulian Sosial Berbuah Sejarah
Palu, LUGOpost– Sorak kemenangan menggema di Djojokodi Convention Centre (JCC) Palu, Sulawesi Tengah, ketika bendera Maluku Utara berkibar paling tinggi di ajang Kejurnas Tinju Amatir 2025.
Air mata haru dan tawa bahagia mewarnai wajah para atlet muda yang telah berjuang dengan segenap jiwa dan raga.
Dari 14 petinju yang dikirim oleh Pengprov Pertina Maluku Utara, sembilan berhasil menyabet medali emas, sementara empat lainnya mempersembahkan perunggu.
Hasil gemilang ini menobatkan Maluku Utara sebagai Juara Umum Nasional, sekaligus menulis sejarah baru di dunia tinju Indonesia.
“Luar biasa! Itulah kata yang paling tepat menggambarkan perjuangan anak-anak Malut,” ujar banyak penonton di arena, menyaksikan deretan kemenangan yang datang silih berganti.
- Alfarel Amarulah– Kelas 35 kg (Schol Boys)
- Zahran Algajali – Kelas 37 kg (Schol Boys)
- Rafly Y. Ibrahim– Kelas 52 kg (Schol Boys)
- Guntur Hasanella– Kelas 57 kg (Junior) –Menang KO
- Asraf Drakel– Kelas 54 kg (Junior)
- Laskar Aditia D. Mukmin – Kelas 60 kg (Junior)
- Median Esa Dano Ismail– Kelas 63 kg (Junior)
- Jurian Maulana– Kelas 54 kg (Putri)
- Muhammad Reza Midun– Kelas 67 kg (Putra), Menang KO di ronde pertama atas petinju Kalimantan Timur
- LRizal Abubakar – (Schol Boys 40 kg)
- 2. Antariksa Sjaban– (Schol Boys 43 kg)
- 3. Afgan Abubakar – (Junior Boys 48 kg)
- 4. Mubarak Sahril – (Junior Boys 52 kg)
Dua medali emas terakhir dipersembahkan oleh Jurian Maulana, petinju asal Halmahera Selatan, dan Muhammad Reza Midun, putra dari pelatih sekaligus mantan petinju nasional Hamka Midun.
Jurian tampil penuh determinasi menumbangkan petinju asal Bali, sementara Reza menutup laga dengan kemenangan KO cepat di ronde pertama, memantik sorak dan tepuk tangan panjang dari tribun penonton.
Ketua Pertina Maluku Utara, Nasri Abubakar, yang juga Wakil Wali Kota Ternate, hadir langsung di arena JCC Palu. Ia tampak sumringah saat dipanggil oleh komika Palu Ical Kate untuk menerima penghargaan Juara Umum Kejurnas Tinju 2025.
“Saya sangat senang dan bangga atas perjuangan anak-anak Malut ini. Ini hasil dari persiapan panjang dan kerja keras selama tiga bulan. Proses tidak akan mengkhianati hasil,” ujar Nasri dengan mata berkaca-kaca.
Di balik prestasi luar biasa ini, terselip peran besar Nasab Foundation dan komitmen sosial Nasri Abubakar, yang juga Bendahara DPD Partai Demokrat Maluku Utara.
Keberangkatan 14 atlet Maluku Utara ke ajang Kejurnas 2025 sepenuhnya didukung oleh Nasab Foundation, lembaga sosial yang digagas oleh Nasri Abubakar.
Seluruh pendapatan beliau sebagai Wakil Wali Kota Ternate tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pengembangan olahraga berprestasi.
“Sejak masa kampanye Pilkada 2024, saya berjanji bahwa seluruh pendapatan saya selama menjabat tidak akan dibawa pulang untuk kebutuhan pribadi atau keluarga. Saya ingin mengembalikannya kepada masyarakat, termasuk untuk mendukung anak-anak muda agar bisa berprestasi di bidang olahraga,” tegas Nasri.
Melalui Nasab Foundation, dukungan nyata diberikan dalam bentuk pembiayaan kegiatan olahraga, pembinaan atlet muda, dan penyediaan fasilitas latihan. Langkah ini menjadi bukti bahwa jabatan publik dapat menjadi sarana nyata untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
Acara penutupan Kejurnas Tinju Amatir 2025 dirangkaikan dengan peringatan HUT Pertina ke-66, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Harian PP Pertina dan Ketua KONI Sulteng.
Dengan torehan 9 medali emas dan 4 perunggu, Maluku Utara tidak hanya membawa pulang gelar juara umum, tetapi juga membawa pesan moral: bahwa prestasi besar lahir dari hati yang tulus dan semangat untuk berbagi.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Maluku Utara bukan sekadar penghasil atlet tangguh, tetapi juga rumah bagi nilai-nilai kemanusiaan, dedikasi, dan cinta terhadap daerah.
“Dari ring tinju di Palu, gema kemenangan ini akan terus bergema menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa dengan kerja keras dan kepedulian, mimpi bisa menjadi kenyataan.” tandas Nasri. (*)
Editor | Idham Hasan
