“Tinjau proyek normalisasi sungai di Jojame dan Doro, pastikan pekerjaan tepat sasaran dan memberi perlindungan bagi warga.”
Rombongan DPRD bersama BPBD menyusuri aliran sungai dari hulu hingga hilir. Mereka melihat langsung progres pemasangan bronjong, talut, hingga pengerukan alur sungai yang menjadi jalur utama air. Tinjauan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya memastikan pekerjaan di Desa Jojame dan Doro itu benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Halmahera Selatan, Safri Talib, menegaskan bahwa pengawasan lapangan adalah wujud kepedulian wakil rakyat terhadap keselamatan warga.
“Setiap rupiah anggaran untuk penanggulangan bencana harus tepat sasaran, transparan, dan memberi perlindungan nyata,” ujar Ketua Komisi III DPRD Halmahera Selatan, Safri Talib saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (06/10/2025)
Safri juga menambahkan, pihaknya akan terus memantau agar pekerjaan berjalan sesuai perencanaan.
“Kami tidak ingin proyek seperti ini hanya terlihat bagus di atas kertas, tapi hasil di lapangan tidak maksimal. Ini menyangkut keselamatan banyak orang. Kalau ada kekurangan, kami akan dorong segera diperbaiki agar manfaatnya bisa dirasakan jangka panjang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Safri menyebutkan bahwa proyek-proyek penanggulangan bencana seperti ini tidak boleh berhenti pada tahap darurat saja. Pemerintah daerah, kata dia, perlu menyiapkan rencana jangka panjang agar masyarakat tidak lagi hidup dalam kekhawatiran setiap kali musim hujan tiba.
“Kami di DPRD akan terus mendorong sinergi antara BPBD, Dinas PU, dan pemerintah desa untuk membuat perencanaan yang lebih matang. Jangan sampai setelah satu tahun, kondisi kembali seperti semula karena tidak ada tindak lanjut,” ujarnya menegaskan.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan sosial dari masyarakat setempat agar pekerjaan fisik di lapangan benar-benar sesuai spesifikasi.
“Kami berharap masyarakat ikut mengawasi. Kalau ada kejanggalan, sampaikan ke DPRD. Pengawasan bersama ini penting supaya proyek tidak asal jadi, tapi benar-benar melindungi kehidupan warga,” tandas Safri dengan nada serius.
Terpisah, Kepala BPBD Halsel, Aswin Adam, menambahkan bahwa normalisasi dan perkuatan tebing sungai merupakan langkah darurat sekaligus strategis.
“Desa Jojame dan Doro itu termasuk wilayah rawan. Dengan pengerjaan ini, aliran air lebih lancar dan ancaman abrasi bisa ditekan,” jelasnya.
Masyarakat setempat pun merasakan langsung manfaatnya. Salah satu warga Jojame, menceritakan bahwa banjir dulu bisa datang tiga hingga empat kali setahun, bahkan sering melanda tengah malam.
“Sekarang setelah ada bronjong, meski hujan deras, air tetap terkendali. Kami merasa lebih aman dan berterima kasih kepada pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin karena telah membantu kami,” tuturnya.
Kunjungan Komisi III ini sekaligus menjadi forum evaluasi bersama. Jika ditemukan kendala teknis, DPRD dan BPBD berjanji segera mencarikan solusi agar proyek rampung tepat waktu.
Editor | Idham Hasan

