Kemenag dan Lapas Labuha Teken MoU, Perkuat Pembinaan Keagamaan di Lapas

Editor: Admin

“Sinergi dua instansi ini diharapkan mampu meningkatkan pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Labuha bersama jajaran Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Selatan berpose usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama di Aula Lapas Labuha, Senin (6/10/2025). Kerja sama ini bertujuan memperkuat sinergi dan meningkatkan pelayanan umat di lingkungan Lapas.
Bacan, Maluku Utara- Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Selatan bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Senin (6/10/2025), di Aula Kantor Kementerian Agama Halsel.

Kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Plt. Kepala Lapas Kelas III Labuha, Mukadam Warang, S.H., dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Selatan, Saiful Djafar Arfa, disaksikan para pejabat struktural dari kedua instansi.

Melalui penandatanganan MoU ini, kedua pihak sepakat memperkuat sinergi dalam bidang pembinaan dan pembimbingan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran spiritual, memperbaiki moral, dan menjadi bagian penting dari proses reintegrasi sosial bagi para narapidana.

Plt. Kepala Lapas Labuha, Mukadam Warang, mengatakan bahwa kerja sama dengan Kemenag merupakan langkah konkret dalam memperluas peran pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.

“Kami ingin memastikan bahwa pembinaan keagamaan di Lapas bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberi perubahan sikap dan perilaku bagi warga binaan,” ujarnya.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Labuha, Mukadam Warang, S.H., bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Selatan, Saiful Djafar Arfa, berjabat tangan usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama di Aula Lapas Labuha, Senin (6/10/2025).

Sementara itu, Kepala Kemenag Halsel, Saiful Djafar Arfa, menegaskan pihaknya siap mendukung penuh kegiatan pembinaan keagamaan di Lapas, baik melalui penyuluh agama, pelatihan rohani, maupun kegiatan sosial keagamaan lainnya.

“Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada umat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. Kami berharap, program ini menjadi pintu bagi perubahan yang lebih baik,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk segera menindaklanjuti isi MoU dalam bentuk kegiatan nyata.

Penandatanganan MoU tersebut menjadi simbol penguatan sinergi antara pemerintah dan lembaga pemasyarakatan dalam upaya membentuk warga binaan yang religius, produktif, dan siap kembali ke masyarakat.


Editor | Idham Hasan

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com