Raih Dua Penghargaan Subroto 2025 Berkat Komitmen pada Pendidikan dan Kesehatan
Dua penghargaan tersebut diraih untuk kategori Pendidikan dan Kesehatan, melalui program inovatif Rumah Belajar Komunitas dan Soligi Zero Stunting. Capaian ini menegaskan peran aktif Harita Nickel dalam mendorong kemajuan sosial masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya bukan hanya sebagai pelaku industri tambang, tetapi juga sebagai mitra pembangunan berkelanjutan di Maluku Utara.
Direktur Utama Harita Nickel, Roy Arman Arfandy, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan hanya dapat tercapai apabila perusahaan dan masyarakat tumbuh bersama. Penghargaan ini adalah pengakuan atas semangat kolaborasi dan tanggung jawab sosial yang kami jalankan,” ujar Roy.
Lanjut, Harita Nickel meraih Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Terinovatif Komoditas Mineral Kategori Pendidikan untuk inisiatif Rumah Belajar Komunitas, serta Kategori Kesehatan untuk program Soligi Zero Stunting.
Kedua program tersebut dijalankan oleh unit bisnis PT Gane Tambang Sentosa dan PT Gane Permai Sentosa. Program Rumah Belajar Komunitas bertujuan meningkatkan kemampuan literasi anak-anak di Desa Gambaru, Desa Ocimaloleo, dan Desa Fluk melalui metode belajar yang menyenangkan dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Sementara Soligi Zero Stunting merupakan program pengentasan stunting di Desa Soligi yang mengedepankan pendekatan terpadu dengan menyediakan layanan kesehatan, pelatihan kader posyandu, serta edukasi gizi berbasis pangan lokal.
Hingga pertengahan tahun 2025, program ini berhasil menunjukkan hasil nyata 21 dari 25 anak di Desa Soligi berhasil keluar dari status stunting, menandai kemajuan signifikan dalam peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Ajang Penghargaan Subroto sendiri merupakan penghargaan tertinggi di sektor energi dan sumber daya mineral di Indonesia. Tahun ini, kompetisi diikuti oleh lebih dari 3.400 badan usaha pertambangan dari seluruh penjuru tanah air.
Proses penilaian dilakukan secara ketat oleh Direktorat Pembinaan dan Pengusahaan Mineral, Ditjen Minerba, bersama akademisi dan praktisi independen, dengan mempertimbangkan tujuh aspek utama mulai dari inovasi, dampak sosial, hingga keberlanjutan program.
Melalui pencapaian ini, Harita Nickel menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat Pulau Obi dan sekitarnya.
“Kami tidak berhenti pada penghargaan. Ini menjadi penyemangat untuk terus melangkah, memperluas manfaat, dan memastikan bahwa keberadaan Harita Nickel membawa nilai tambah bagi masyarakat,” tutup Roy Arman Arfandy. (*)
Editor | Idham Hasan.
Simak breaking news dan berita pilihan Lugopost. id langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel LUGOpost.id
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang
