![]() |
| Ibu Nurbaya Daud, korban banjir bandang Desa Labuha, menyampaikan keluhannya di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Halmahera Selatan sambil meneteskan air mata, Senin (8/9/2025). |
Dengan mata berkaca-kaca, Nurbaya menceritakan bahwa sejak banjir menghantam, ia dan keluarganya terpaksa tinggal di tenda darurat yang hanya terbuat dari terpal, spanduk, dan tripleks. “Kurang lebih sudah tiga bulan kami sekeluarga tinggal di tenda. Sekarang tripleksnya sudah rusak karena kena air hujan,” ucap Nurbaya sambil meneteskan air mata.
Ia menambahkan, rumahnya bahkan sempat ditinjau langsung oleh Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba, yang ketika itu berjanji pemerintah daerah akan memperbaiki rumah yang rusak. Namun, hingga kini janji tersebut belum juga terealisasi.
“Bupati bilang sudah perintahkan Dinas Perkim untuk atasi, tapi sampai sekarang belum. Kami masih tinggal di tenda,” keluhnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Halmahera Selatan, Muslim Hi. Rakib, menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan. Ia berjanji akan segera mendorong pemerintah daerah menindaklanjuti kasus yang dialami Nurbaya.
“Ini tidak boleh dibiarkan, harus segera diatasi secepat mungkin,” kata Muslim saat menemui massa aksi dari Barisan Rakyat Halmahera Selatan (Barah).
Politisi PKB itu menambahkan, masalah ini akan diperdalam dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama pemerintah daerah. Selain itu, Komisi III DPRD juga akan melakukan tindak lanjut, mengingat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) adalah mitra kerja mereka.
“Kami akan panggil pihak terkait mulai dari BPBD, Perkim, dan Dinas Sosial untuk membicarakan persoalan ini. Soal bencana hingga pasca bencana sudah berulang kali kami koordinasikan, tapi baru siang ini kami dengar langsung bahwa ada korban yang sampai sekarang belum mendapatkan penanganan sama sekali,” tandas Muslim.
Editor :Idham
