“Keluhan pasien memuncak, pelayanan gigi hingga sistem antrian bermasalah”
![]() |
| Ketua Barisan Rakyat (Barah) Halmahera Selatan, Adi Hi. Adam, Foto :Idham/Lugopost.id |
Salah satu pegawai Poli Gigi RSUD Labuha mengakui, pelayanan yang ada saat ini hanya sebatas perawatan ringan.
“Untuk pencabutan gigi memang belum ada. Jadi pasien biasanya dirujuk ke RS Ternate,” ujarnya, Selasa (17/9/2025).
“Aneh juga, RSUD sebesar ini belum ada dokter cabut gigi. Jadi kalau mau cabut gigi harus ke Ternate. Dengan terpaksa kami dialihkan ke umum, karena tidak mungkin hanya untuk gigi harus ke Ternate,” ungkap salah satu keluarga pasien.
![]() |
| Gedung RSUD Labuha yang menjadi rumah sakit rujukan dari 30 puskesmas di Halmahera Selatan. Foto: Idham/Lugopost |
Masalah lain, sebagian dokter di RSUD Labuha diketahui jarang masuk tugas karena alasan studi atau meninggalkan rumah sakit berminggu-minggu. Akibatnya pelayanan publik tidak berjalan maksimal.
Ketua Barisan Rakyat (Bara) Halmahera Selatan, Adi Hi. Adam, mendesak evaluasi total.
“Ini benar-benar memalukan. RSUD Labuha jadi rumah sakit rujukan, tapi pelayanan dasarnya saja gagal. Pasien BPJS sampai dipaksa pindah ke jalur umum, antrian amburadul, dokter banyak yang tinggalkan tugas. Kalau begini terus, pasien bisa mati sia-sia di ruang tunggu,” tegas Adi.
“Kami minta Komisi I DPRD segera panggil manajemen RSUD dan BPJS. Bupati juga harus turun tangan. Kalau tidak mampu kelola rumah sakit, lebih baik mundur saja daripada rakyat terus jadi korban,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Labuha maupun BPJS Kesehatan belum memberikan klarifikasi resmi.(*)
Editor | Idham Hasan

