Ari (40), warga Desa Marabose, mengungkapkan kekesalannya. Ia menyebut setiap kali terjadi pemadaman, PLN selalu berdalih dengan alasan yang sama.
“Kalau lampu mati, kepala PLN selalu bilang ada perbaikan. Kadang dibilang burung kelelawar mati, kadang ular yang bikin gangguan. Dari dulu alasannya itu-itu terus, meski kepala UPP Bacan sudah berganti-ganti,” ujarnya kepada media ini.
Menurut Ari, kondisi ini membuat warga kecewa karena tak ada peningkatan pelayanan. Apalagi, pemadaman sering terjadi mendadak tanpa ada edaran atau informasi terlebih dahulu dari PLN.
Ia pun mendesak DPRD Halmahera Selatan, khususnya Komisi II yang menjadi mitra kerja PLN, agar turun tangan menyelesaikan persoalan listrik yang tak kunjung membaik.
“Sudah bertahun-tahun sama saja. Kami harap DPRD jangan diam, karena listrik ini kebutuhan dasar masyarakat,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala PLN UPP Bacan, Nursetyo Jati Wijaya,saat dikonfirmasi Lugopost.id melalui panggilan telepon maupun pesan WhatsApp, tidak memberikan respon hingga berita ini diturunkan.(Red)
