![]() |
| Foto: Angggota Komisi I DPRD Halmahera Selatan, Junaidi Abusama. (Idham/Lugopost.id) |
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi I DPRD Halmahera Selatan, Junaidi Abusama, menegaskan pihaknya akan segera membentuk tim khusus untuk melakukan on the spot atau pengecekan langsung ke RSUD Labuha.
“Banyak keluarga pasien terpaksa beli obat di apotek karena di rumah sakit tidak ada obat. Ini laporan serius! Sebagai Komisi I kami akan bentuk tim untuk on the spot ke RSUD Labuha,” tegas Junaidi saat dikonfirmasi media ini di ruang Komisi I pada Jumat (25/8/2025).
Junaidi menilai, situasi ini mencerminkan buruknya manajemen rumah sakit. Dengan anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan setiap tahun, seharusnya pelayanan dasar seperti obat-obatan tersedia tanpa harus membebani pasien dan keluarganya.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Bagaimana mungkin dengan anggaran sebesar itu, pasien masih harus beli obat di luar? RSUD Labuha jangan hanya pandai menyusun laporan, tapi kosong dalam pelayanan,” kecam politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dapil I Bacan itu.
Lebih lanjut, ia menegaskan Komisi I DPRD akan memanggil direktur, sekretaris, dan bendahara RSUD Labuha untuk rapat dengar pendapat, sekaligus menuntut penjelasan resmi terkait krisis obat yang dialami pasien.
“Rakyat butuh pelayanan nyata, bukan laporan fiktif. Kalau obat saja tidak ada, apa gunanya rumah sakit? Kami akan tindaklanjuti sampai tuntas,” pungkas Junaidi. (Red)
