![]() |
| Foto istimewa |
Menurut Imran, selama proses renovasi dan pengajuan dapur MBG di wilayahnya, seluruh mekanisme berjalan sesuai prosedur dan tidak ada praktik permintaan jatah atau intervensi negatif dari pihak verifikator.
“Sesuai pengalaman, sejak awal kami renovasi dapur dan melaporkannya ke mitra BGN melalui sistem yang tersedia di website, semua berjalan baik. Tim verifikator juga kooperatif untuk survei dan tidak pernah ada permintaan macam-macam,” kata Imran saat diminta keterangan oleh wartawan Kamis (10/7).
Imran menjelaskan saat ini proses verifikasi dapur MBG memiliki tahapan yang jelas dan dapat diakses siapa pun melalui laman resmi mitra BGN. Ia menyebut bahwa dugaan keterlambatan verifikasi di sejumlah daerah sepertinya bukan karena ada sabotase, melainkan mungkin disebabkan oleh ketidaksiapan dari pihak yayasan atau dapur yang bersangkutan.
“Kalau dokomen dan perlengkapan dapur belum siap, berarti tidak bisa diverifikasi ke tahap selanjutnya” jelasnya.
Imran juga merinci bahwa untuk bisa diverifikasi, setiap yayasan harus terlebih dahulu mendaftar secara daring, kemudian melengkapi semua dokumen dan kesiapan fisik dapur, termasuk peralatan seperti kulkas, alat masak, dan lainnya.
“Kita harus upload seluruh dokumen dan bukti kesiapan dapur ke sistem. Semua jelas dan transparan. Jadi kalau ada tudingan penghambatan oleh tim verifikator BGN, sesuai pengalam kami di lapangan itu tidak benar,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi terhadap isu miring yang sempat berkembang terkait dugaan adanya praktik manipulatif oleh tim verifikator dalam program MBG, termasuk tuduhan terhadap oknum BGN yang disebut meminta fee atau jatah dari dapur-dapur mitra.
Imran berharap masyarakat tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi dan tetap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program MBG yang menurutnya sangat bermanfaat bagi anak-anak di Maluku Utara.
“Program ini sangat bagus dan membantu langsung masyarakat. Jangan sampai ternoda hanya karena opini tanpa dasar,” pungkasnya. (Idham)
