![]() |
| Foto istimewa |
LABUHA, MALUKU UTARA — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, hari ini, Senin (30/6/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau langsung lokasi bencana banjir yang terjadi di wilayah Desa Labuha pada Minggu, 21 Juni 2025 lalu. Banjir tersebut menyebabkan puluhan rumah terendam, mengganggu akses warga, serta merusak sejumlah infrastruktur ringan. Hingga kini, proses pemulihan dan penyaluran bantuan masih terus berlangsung.
Informasi yang diterima redaksi menyebutkan bahwa kunjungan Kepala BNPB merupakan bentuk perhatian langsung dari pemerintah pusat terhadap bencana alam yang menimpa masyarakat Halmahera Selatan, khususnya di wilayah berjuluk Bumi Saruma itu
Pantauan di lapangan, sejumlah pegawai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan terlihat melakukan berbagai persiapan sejak pagi hari. Penataan lokasi, pengecekan logistik, dan koordinasi dengan lintas sektor dilakukan di Posko Utama Penanggulangan Banjir, tepatnya di Pelabuhan Habibi, Labuha.
Kepala BPBD Halmahera Selatan, Hi Aswin Adam, membenarkan adanya kunjungan Kepala BNPB hari ini. Ia menyampaikan bahwa segala persiapan telah dilakukan secara maksimal.
"Alhamdulillah, persiapannya sudah 100 persen. Kami telah berkoordinasi dengan semua pihak yang terlibat. Diperkirakan pukul 16.20 WIT rombongan BNPB akan bertolak dari Ternate menuju Bumi Saruma," ujar Aswin kepada wartawan, Senin (30/6/2025).
Lebih lanjut, Aswin mengatakan bahwa kunjungan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian pemerintah pusat, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mendorong percepatan penanganan bencana dan penguatan mitigasi ke depan.
“Kami berharap kunjungan ini membawa dampak nyata, baik dalam percepatan penyaluran bantuan, dukungan logistik, maupun perencanaan jangka panjang dalam mitigasi bencana di daerah kami,” tambahnya.
Kehadiran Kepala BNPB di tengah masyarakat terdampak banjir menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat dan daerah bersinergi untuk memberikan solusi terbaik atas bencana yang terjadi, sekaligus memastikan langkah-langkah penanganan berjalan efektif dan merata. (Idham)
