Tiga Cagar Budaya Ternate Melaju ke Tingkat Nasional: Pengakuan Baru bagi Warisan Sejarah di Timur Nusantara

Editor: Admin
Foto istimewa 

Jakarta, 12 Juni 2025 — Dalam Sidang Pemeringkatan Cagar Budaya Nasional yang berlangsung di Hotel Kristal, Jakarta Selatan, tiga Cagar Budaya dari Provinsi Maluku Utara resmi mendapat persetujuan untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya peringkat nasional. Keputusan ini disahkan dalam sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Nasional, Surya Helmi, dan dihadiri oleh jajaran TACB Nasional.

Surya mengatakan tiga situs yang diusulkan dan telah lolos kajian mendalam tersebut adalah Makam Sultan Mahmud Badaruddin II (struktur), Makam Sultan Baabullah (struktur), dan Masjid Kesultanan Ternate, Sigi Lamo (bangunan). 

"Ketiganya dinilai memiliki nilai sejarah, arsitektur, serta makna budaya yang tinggi dan layak mendapat pengakuan serta perlindungan di tingkat nasional," ungkapnya.

Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras kolaboratif antara Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Maluku Utara dan berbagai pemangku kepentingan di daerah. Hadir dalam sidang tersebut Ketua TACB Maluku Utara, Kuswanto; Anggota TACB, Maulana; Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Darwin A. Rahman; Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Muslim Gani; Ketua TACB Kota Ternate, Hudan Irsyadi; serta maestro kebudayaan, Gunawan Y Radjim.

Hudan Ketua TACB Kota Ternate, mengatakan menurut Undang-undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, pasal 41 dan 42, pemeringkatan Cagar Budaya sangat penting untuk menentukan prioritas pelestarian dan pengelolaan, serta sebagai dasar pemberian perlindungan dan dukungan, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. 

"Pemeringkatan ini memastikan setiap cagar budaya mendapat perhatian sesuai dengan nilai dan kontribusinya terhadap identitas kebudayaan bangsa," ungkap Budayawan Muda itu.

Ia berharap Keberhasilan ini menjadi momentum strategis bagi Maluku Utara untuk memperkuat komitmen dalam menjaga dan mengembangkan warisan budayanya. 

"Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus meningkatkan upaya perlindungan, pelestarian, serta pemanfaatan ketiga situs bersejarah tersebut agar tidak hanya menjadi simbol kebanggaan lokal, tetapi juga destinasi budaya nasional dan internasional," pungkas Hudan yang Juga Dosen Universitas Khairun Ternate. (Red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com