PW GP Ansor Malut Apresiasi 100 Hari Sherly-Sarbin: Bukti Nyata Negara Hadir, Rp200 Miliar Investasi Pendidikan Masuk Maluku Utara

Editor: Admin

 

Pemerintahan Gubernur Sherly Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe menuai apresiasi dari berbagai kalangan dalam 100 hari pertama kepemimpinannya. Ketua PW GP Ansor Maluku Utara, Syarif Abdullah, menyebut sejumlah terobosan pasangan Sherly-Sarbin sebagai “bukti nyata negara hadir di tengah rakyat”.

SOFIFI, 1 Juni 2025 — Pemerintahan Gubernur Sherly Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe mendapat apresiasi luas atas capaian kinerja dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan mereka. Salah satu dukungan datang dari Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Maluku Utara. Ketua PW GP Ansor Malut, Syarif Abdullah, menyebut berbagai terobosan Sherly-Sarbin sebagai “bukti nyata negara hadir di tengah rakyat”.

Menurut Syarif, kebijakan-kebijakan awal pasangan pemimpin baru ini menunjukkan keberpihakan nyata terhadap rakyat kecil, terutama dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. Salah satu langkah konkret yang mendapat sorotan positif adalah percepatan pembangunan rumah sakit di Pulau Taliabu dan Halmahera Timur, yang dinilai menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terluar.

"Penetapan Universal Health Coverage (UHC) sebagai prioritas per 10 Juni 2025 adalah lompatan besar. Kini, masyarakat cukup menunjukkan NIK untuk bisa mengakses layanan kesehatan di seluruh Indonesia," ujarnya.

Di bidang pendidikan, pasangan Sherly-Sarbin menunjukkan langkah revolusioner. Pemprov Malut menghapus pungutan komite sekolah, mengembalikan ribuan ijazah yang sempat tertahan karena tunggakan biaya, dan mengalokasikan Rp63,3 miliar untuk memperbaiki sekolah-sekolah rusak serta meluncurkan Program Sekolah Rakyat.

Yang paling membanggakan, program Sekolah Rakyat berhasil menarik investasi sebesar Rp200 miliar dari pemerintah pusat. Investasi ini selaras dengan visi Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam membangun pendidikan merata dan inklusif sebagai fondasi pemutus rantai kemiskinan.

“Ini bukan sekadar anggaran, tapi investasi jangka panjang untuk masa depan Maluku Utara. Kita sedang membuka jalan bagi generasi emas daerah ini,” tegas Syarif.

Selain itu, program beasiswa Maluku Utara Bangkit serta kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) juga dianggap memperluas akses generasi muda Malut ke jenjang pendidikan tinggi, termasuk di kampus-kampus unggulan dalam dan luar negeri.

Syarif juga memuji kepekaan sosial pemerintah provinsi dalam penanganan bencana, pemberian subsidi mudik, dan pengendalian inflasi. Ia menilai langkah-langkah ini mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan berpihak pada kebutuhan nyata masyarakat.

Namun, di balik pujian tersebut, GP Ansor Malut juga menitipkan beberapa catatan penting untuk penguatan kinerja ke depan. Di antaranya:

1. Penataan birokrasi yang bebas dari unsur KKN,

2. Dorongan agar setiap OPD lebih produktif dan inovatif

3. Evaluasi terhadap OPD yang tidak mampu menerjemahkan visi besar gubernur-wakil gubernur

4. Penempatan pejabat yang visioner dan peka terhadap persoalan rakyat.

“GP Ansor Malut mendukung penuh setiap kebijakan yang berpihak pada rakyat. Tapi kami juga siap hadir sebagai mitra kritis—memberi masukan, ide, dan gagasan—bila ada kebijakan yang kurang tepat sasaran,” tegas Syarif.

Menutup pernyataannya, Syarif mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut mengawal jalannya pemerintahan Sherly-Sarbin agar capaian-capaian awal ini bisa menjadi fondasi bagi transformasi lima tahun ke depan.

“Sherly-Sarbin telah menyalakan obor perubahan. Tugas kita bersama untuk menjaga nyalanya agar terus membesar dan menerangi masa depan Maluku Utara yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat,” pungkasnya. (Red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com