![]() |
| Foto istimewa |
Mukhtar A. Adam
Dialog Penguatan Internal Polri di wilayah hukum Polda Maluku Utara yang mengambil Tema MEMBANGUN GENERASI EMAS MALUKU YANG BERKARAKTER, BERKOMPETENSI, BERINTEGRASI UNTUK MENYONGSONG INDONESIA MAJU, Mukhtar Adam diberi Tema Khusus yaitu PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL : STRATEGI PEMBANGUNAN GENERASI EMAS MALUKU UTARA YANG BERKOMPETEN, Topik itu lalu direvisi dengan mengikuti perkembangan terkini, dengan tema MENATA EKONOMI BARU, SIAGA MENUJU GENERASI PERANG DUNIA KE-3.
Topik ini menjadi menarik ditengah perang di Timur Tenggah antara Iran vs Israel yang turut menyeret Amerika Serikat dan para sekutu kedua negara, akan menambah eskalasi konflik Timur Tengah, yang berpotensi menjalar ke berbagai negara di belahan dunia lain, Hipotesa ini menjadi focus dalam paparan Ekonom Maluku Utara dan Kesiapan Generasi Masa Depan Maluku Utara, yang disebut dengan Generasi Perang Dunia Ke-3
![]() |
| Foto istimewa |
Gambaran pertempuran di Timur Tengah, seperti pada abad ke 14-15, dimasa Kerajaan Romawi Timur, yang menguasai Konstantinopel (Istambul-Turki) sebagai perdagangan Timur Tengah dan Eropa, pasca keruntuhan kekaisaran Romawi, maka aliran penjajah mulai bergerak dari Eropa, datangnya Portugis di Ternate dan Spanyol di Tidore, selanjutnya meluas hingga ke Nusantara dengan kejayaan VOC, adalah catatan Sejarah generasi Maluku Utara pada abad ke 14 dan 15 telah menjadi pemain global menguasai pasar pacific dan atlanta yang menggemparkan dunia menjadikan cengkeh sebagai alat tukar transaksi yang mahal pada zamannya.
Perang Komoditi pada abad 15, menunjukkan bahwa generasi Maluku Utara telah menjadi generasi Global yang melintasi berbagai negara melalui komoditi Cengkeh, saat ini fenomena Nikel Maluku Utara turut serta berkonstribusi dalam pasar global, setelah Nikel di Ekspor ke berbagai Negara, menunjukan bahwa Generasi Maluku Utara bagian penting dari dinamika pasar global yang terus berkembang dinamis.
Perang Timur Tenggah hanyalah signal kecil dari dinamika antar negara, factor terpenting justru muncul dalam pertempuran pasar yang jauh lebih dahsyat mempengaruhi kemajuan Indonesia, Jika dilihat dari hubungan Dagang Iran dan Israel kontribusi bagi perekonomian Indonesia hanya 1,80% dari total ekspor, sedangkan Impor 0,22% dari total impor, jika dilihat dari hubungan dagang kedua negara yang berkonflik tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, dengan asumsi factor lain dari negara sahabat tidak turut serta dalam pertempuran di Timur Tenggah.
Jika dibandingkan dengan perang dagang yang jauh lebih mempengaruhi perekonomian Indonesia, seperti perang Tarif Amerika dan Tiongkok, justru mempengaruhi potensi APBN, bahkan dalam kebijakan Presiden Trump, pasca pelantikan sebagai Presiden yang kedua, Presiden Amerika menetapkan kebijakan Tarif barang impor ke Amerika sebagai kebijakan perlindungan industry dalam negeri, telah membuat perekonomian Indonesia mengalami koreksi, nilai kurs melemah, bahkan memaksa otoritas fiskal dalam negeri melakukan penyesuaian terhadap APBN.
![]() |
| Foto istimewa |
Perang dagang dalam perekonomian memberikan signal generasi masa depan Indonesia yang diperankan oleh Generasi Milenial dan Gen-Z, yang cenderung tumbuh signifikan yang memberi bonus demografi bagi Indonesia dibutuhkan pasar yang lebih potensial untuk dapat menjadi pemain pertempuran di pasar global.
Komoditi yang bersumber dari kreatifitas ekonomi menjadi persyaratan penting masuk kedalam pasar, membutuhkan etos enterpreneur yang kuat untuk dapat menjadi bagian penting dalam pertempuran pasar yang membutuhkan senjata efisiensi dan efektifitas agar pasar menjadi kompetitif.
Indonesia membutuhkan generasi Enterpreneur yang handal jika Indonesia ingin mencapai derajat negara maju dengan Tingkat pendapatan mencapai US$ 30.000 atau setara dengan Rp. 455 Juta pertahun, sedangkan pendapatan perkapita tahun 2025 baru mencapai US$ 4.900 atau sekitar 75 Juta pertahun, karena itu Presiden Prabowo Subianto mengajukan pertumbuhan Ekonomi mencapai 8% pertahun selama periode kepemimpinan 2024-2029.
Untuk mencapai target negara Maju, Mukhtar Adam, mengajukan syarat melalui Revolusi Enterpreneur, yang diinisiasi melalui revolusi industry dan revolusi digital yang dikembangkan dengan Revolusi Enterpreneur, yang dapat membentuk generasi baru dalam pertempuran pasar yang kompetitif, yang menggeser prilaku pasar konvensional ke pasar digital yang telah melintasi negara dan benua sebagai satu kesatuan pasar Kampung Global, menjadi potensial sebagai arena perang rebutan ekonomi global yang strategis bagi generasi potensial melalui bonus demografi.
Gamalama, 2025


