![]() |
| Foto istimewa |
Maluku Utara— Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Maluku Utara Rismanto Ridwan angkat bicara soal eksploitasi sumber daya alam, khususnya nikel, yang dinilainya semakin masif namun minim dampak kesejahteraan bagi masyarakat di lingkar tambang. Ia menyoroti ketimpangan antara kekayaan alam yang terus digali dan kondisi hidup warga yang justru kian terhimpit.
“Setiap tahun biaya hidup naik, tapi masyarakat lingkar tambang belum juga mendapat jaminan keberlanjutan ekonomi. Saat tambang selesai, mereka akan kembali hidup tanpa arah. Ini bukan sekadar soal tambang, ini soal masa depan manusia,” tegas Ketua GRIB Jaya dalam keterangannya. 1 Juli 2025.
Menurutnya, negara dan para pemangku kebijakan harus segera menyusun langkah strategis jangka panjang demi mencegah krisis sosial pascatambang. Ia menilai selama ini belum ada regulasi tegas yang memberi ruang partisipatif bagi pengusaha lokal untuk mengambil peran dalam operasional maupun pengelolaan pascatambang.
“Pengusaha lokal harus dilibatkan. Mereka yang tinggal dan hidup di sini tentu lebih peduli pada masyarakat sekitar. Kalau semua hanya dikuasai oleh modal besar dari luar, maka habis nikel — habis pula harapan,” tambahnya.
Ia juga mengusulkan adanya regulasi afirmatif untuk mendorong alih teknologi, investasi sosial berkelanjutan, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas di sekitar tambang. Baginya, pembangunan tidak boleh sekadar soal produksi, tapi harus menjawab kebutuhan manusia dan keadilan ekologis.
Dalam waktu dekat, Ketua GRIB Jaya Maluku Utara dijadwalkan akan melakukan audiensi dengan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, yang juga menjabat sebagai Plt. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pertemuan ini disebut sebagai momentum penting untuk menyampaikan langsung keresahan masyarakat serta menawarkan solusi strategis berbasis keadilan dan keberlanjutan.
“Kami ingin pemerintah dengar langsung suara dari bawah. Maluku Utara tidak boleh hanya jadi penghasil, tapi harus juga jadi penerima manfaat utama. Bukan hanya debu tambang yang kami warisi, tapi masa depan yang layak,” pungkasnya.
