Pemkab Halsel dan Balai Bahasa Revitalisasi Bahasa Bacan Lewat Bimtek Guru

Editor: Admin
Foto istimewa 

LABUHA, LUGOPOST — Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bersama Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajar Utama Bahasa Daerah Bacan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan Halmahera Selatan ini diikuti oleh sejumlah guru SD dan SMP serta perwakilan komunitas pegiat bahasa dari berbagai Keca

Dalam sambutannya, Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, menegaskan pentingnya menjaga eksistensi bahasa daerah sebagai identitas kultural yang harus diwariskan lintas generasi. Ia menekankan bahwa bahasa lokal memiliki tantangan besar di era digitalisasi dan dominasi budaya luar.

“Revitalisasi bahasa daerah bukan sekadar kegiatan simbolik. Ini adalah upaya menjaga jati diri masyarakat Halmahera Selatan di tengah derasnya arus informasi global,” ujar Bassam.

Ia menjelaskan bahwa tiga bahasa daerah utama di Halsel telah mendapatkan perhatian dalam program revitalisasi dari Balai Bahasa, dan Bahasa Bacan menjadi salah satu fokus karena fungsinya yang cukup luas sebagai lingua franca lokal.

Bassam juga menyinggung bahwa pengalaman dari daerah lain, seperti revitalisasi Bahasa Tobelo di Halmahera Utara atau Bahasa Buton di Sulawesi Tenggara, bisa menjadi referensi untuk Halsel. Ia berharap metode yang sudah terbukti di tempat lain bisa diadaptasi dan diterapkan secara efektif di Halsel.

“Kita harus mulai dari lingkungan terkecil — keluarga, komunitas, hingga sekolah. Kalau hanya mengandalkan pembelajaran formal, belum cukup. Komunitas justru bisa jadi motor penting dalam memperkuat penggunaan bahasa daerah,”tambahnya.

Bupati termuda di wilayah timur Indonesia ini juga mendorong agar hasil Bimtek tidak hanya berhenti di pelatihan, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah konkret seperti pembuatan materi ajar, kamus bahasa lokal, dan integrasi ke dalam kegiatan masyarakat dan pendidikan.

“Lucunya, kadang mahasiswa asing atau peneliti luar lebih lancar berbahasa Bacan ketimbang warga lokal. Ini jadi tamparan, tapi juga peluang. Mari kita ambil peran dalam menjaga bahasa kita sendiri,” tegasnya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara turut hadir dan menyampaikan komitmennya untuk terus mendampingi kabupaten/kota dalam menjaga dan mengembangkan bahasa daerah sebagai warisan budaya tak benda.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan bersama pelestarian bahasa daerah di Halsel melalui pendekatan pendidikan dan partisipasi komunitas secara aktif. (Idham)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com