![]() |
| Foto istimewa |
LUMAJANG — Memasuki masa reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024–2025, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Muhamad Nur Purnamasidi, mengawali agenda kunjungannya dengan menyapa ratusan warga Desa Klampokarum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jumat (19/6/2025). Dalam suasana akrab, politisi yang dikenal dengan sapaan Bang Pur itu berdialog langsung dengan para ibu-ibu yang sebagian besar merupakan orang tua siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP).
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para warga menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi, khususnya terkait pendidikan anak-anak mereka. Mulai dari kendala dalam mengakses program bantuan sosial pendidikan, hingga harapan akan peningkatan jumlah dan besaran bantuan PIP dari pemerintah pusat.
“Saya akan terus perjuangkan hak-hak pendidikan anak-anak kita di pusat. Mudah-mudahan ke depan, baik jumlah penerima maupun nominal bantuannya bisa meningkat,” tegas Bang Pur, yang saat ini duduk sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi urusan pendidikan, kebudayaan, riset, olahraga, dan pemuda.
Salah satu warga, Aisyah, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan keberpihakan Bang Pur terhadap masyarakat kecil. Ia menuturkan bahwa melalui jalur aspirasi dari Bang Pur, anaknya kini telah dua tahun berturut-turut menjadi penerima manfaat PIP. “Sebelum ada jalur aspirasi ini, anak saya nggak pernah dapat bantuan. Alhamdulillah, sekarang sudah dua tahun dia menerima PIP,” ungkap Aisyah haru.
Sebagai informasi, Program Indonesia Pintar (PIP) adalah bentuk bantuan tunai dari pemerintah yang ditujukan kepada peserta didik dari keluarga miskin, rentan miskin, dan prioritas, agar tetap bisa mengakses pendidikan dengan layak. Berdasarkan Peraturan Sekjen Kemendikbudristek Nomor 14 Tahun 2022, besaran PIP ditentukan berdasarkan jenjang pendidikan dan kondisi peserta didik, dengan rincian sebagai berikut:
SD/SDLB/Paket A: Rp225.000 – Rp450.000 per tahun
SMP/SMPLB/Paket B: Rp375.000 – Rp750.000 per tahun
SMA/SMALB/SMK/Paket C: Rp500.000 – Rp1.800.000 per tahun
Di akhir pertemuan, Bang Pur menegaskan bahwa isu pendidikan adalah salah satu fokus utama perjuangannya di parlemen. Ia juga berkomitmen untuk terus membuka ruang aspirasi dan menyerap masukan dari masyarakat di daerah pemilihannya, khususnya di wilayah Jember dan Lumajang. “Selama saya di Komisi X, pendidikan akan terus menjadi prioritas. Karena pendidikan adalah pintu masa depan. Kita tidak boleh membiarkan satu anak pun tertinggal hanya karena masalah biaya,” pungkasnya.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bagaimana wakil rakyat bisa hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar suara akar rumput, dan memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan riil warga.
