Datang di Malut, Ini Arahan Ketum Fatayat NU

Editor: Admin
Foto istimewa 

Ternate, 8 Mei 2025 — Semangat baru membangun peran strategis perempuan muda Nahdlatul Ulama (NU) kembali bergelora di Maluku Utara. Pimpinan Wilayah Fatayat NU Maluku Utara menandai momentum kebangkitan ini melalui penyelenggaraan Konferensi Wilayah (Konferwil) dan Latihan Kader Dasar (LKD) yang berlangsung di MTs Negeri 1 Ternate.

Kegiatan tersebut menjadi titik tolak revitalisasi organisasi perempuan NU di tingkat wilayah, sekaligus ajang konsolidasi kader muda yang siap terlibat aktif dalam gerakan sosial, keagamaan, dan advokasi perempuan. Ratusan peserta dari berbagai daerah di Maluku Utara hadir, membuktikan antusiasme yang tinggi untuk membangun masa depan Fatayat NU yang lebih dinamis dan progresif.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah, hadir langsung untuk memberikan dorongan dan arahan strategis. Ia menekankan pentingnya pembentukan struktur Fatayat NU secara menyeluruh di seluruh kabupaten/kota, termasuk penguatan kaderisasi hingga ke tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC).

“Fatayat NU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi harus menjadi kekuatan sosial perempuan yang progresif dan peka terhadap realitas kekerasan dan ketimpangan sosial. Kita butuh kader yang cerdas, tangguh, dan berkomitmen,” ujar Margaret.

Menurutnya, perempuan muda NU memiliki potensi besar untuk tampil sebagai pemimpin perubahan di tengah masyarakat. Karena itu, Fatayat harus hadir dengan program-program nyata yang menyentuh kebutuhan dasar perempuan dan anak di daerah.

Sementara itu, Wakil Ketua PWNU Maluku Utara, Salim Taib, dalam arahannya menyampaikan pentingnya kriteria kepemimpinan yang tepat untuk Fatayat ke depan. Ia menyebut bahwa pemimpin Fatayat harus memiliki kecakapan intelektual yang dominan, dipadukan dengan kemampuan struktural dan jaringan sosial yang kuat.

“Kita butuh sosok pemimpin Fatayat yang komplit: 60 persen intelektual, 20 persen organisatoris, dan 20 persen komunikator. Karena ke depan, Fatayat NU akan menjadi mitra penting dalam isu-isu strategis daerah, baik dalam bidang pendidikan, keagamaan, hingga penguatan peran perempuan,” tegas Salim.

Ia juga mendorong agar Fatayat NU aktif menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi perempuan lintas sektor. Menurutnya, kemajuan organisasi tidak cukup hanya dibangun dari dalam, tetapi juga melalui kolaborasi eksternal yang produktif.

Dalam sambutannya, Salim turut menyampaikan salam dan dukungan dari Ketua PWNU Maluku Utara yang tengah menjalankan tugas mendampingi jemaah haji ke tanah suci.

“Ketua PWNU menitipkan semangat agar Fatayat NU bangkit sebagai pilar penting dalam struktur NU di Maluku Utara. Kita semua punya tanggung jawab untuk membesarkan organisasi ini dengan semangat kebersamaan dan kebermanfaatan,” ujarnya.

Konferwil dan LKD ini menjadi momentum emas untuk mencetak kader-kader perempuan muda NU yang tidak hanya religius, tetapi juga siap menjadi garda terdepan dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan perempuan di Maluku Utara.

Dengan semangat baru, Fatayat NU Maluku Utara menatap masa depan sebagai rumah kader perempuan muda NU yang progresif, inklusif, dan siap memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan umat.

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com