![]() |
| Foto pelaku pengeroyokan |
Bacan Barat Utara, 25 Juni 2024 – Amir Saleh, seorang lelaki asal Desa Nusababulullah, Kecamatan Bacan Barat Utara, menjadi korban pemukulan brutal pada Selasa, 25 Juni 2024. Insiden kekerasan ini melibatkan dua pria, Muhammad Jainudin dan Jainudin Basir, yang diduga melakukan pengeroyokan dan penganiayaan hingga Amir Saleh jatuh pingsan.
Kejadian bermula ketika anak dari salah satu terlapor, Arjuna Muhammad, membawa perahu milik Amir Saleh ke laut tanpa izin. Saat Amir Saleh memanggil Arjuna untuk mengembalikan perahu tersebut, Arjuna tidak mengindahkan permintaan tersebut. Amir Saleh kemudian memukul Arjuna di bagian bokong dengan menggunakan pengayuh perahu satu kali sebagai bentuk teguran.
Namun, tindakan ini membuat ayah Arjuna, Muhammad Jainudin, marah. Tanpa berpikir panjang, Muhammad Jainudin memukul Amir Saleh berulang kali menggunakan pengayuh perahu hingga Amir jatuh pingsan. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha untuk mendapatkan perawatan medis.
Insiden ini terjadi pada pukul 10:00 WIT di Desa Nusababulullah. Merasa tidak terima atas kejadian tersebut, Amir Saleh segera mendatangi kantor Polres Halmahera Selatan pada Sabtu, 29 Juni 2024, untuk melaporkan insiden pengeroyokan dan penganiayaan yang dialaminya. Laporan tersebut diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Halmahera Selatan dengan Nomor: STPL B/321/VI/2024.
Kasus ini saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. "Kami berharap pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus ini dan membawa para pelaku ke jalur hukum yang berlaku," ujar Amir Saleh saat ditemui di RSUD Labuha.
Amir Saleh dan keluarganya mengharapkan keadilan atas kejadian yang menimpa mereka dan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di Desa Nusababulullah. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi warga desa akan pentingnya menyelesaikan masalah dengan cara damai tanpa harus menggunakan kekerasan. (Red/Tim)
