Lugopost.id-bupaten Buru, 6 Juli 2024 - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Buru selama tiga hari berturut-turut, dari 3 hingga 6 Juli 2024, menyebabkan Sungai Waeyapo meluap dan tanggul bendungan di Unit 11 jebol. Akibatnya, banyak rumah warga terendam air dan beberapa ruas jalan tidak bisa dilewati, sementara sawah-sawah ikut terendam banjir.
Jalan lintas yang menghubungkan Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan juga tidak bisa dilewati karena longsor besar. Peristiwa ini mengakibatkan aktivitas masyarakat, khususnya di Kecamatan Waeyapo, terhambat. Meski demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Aparat gabungan TNI-POLRI telah diturunkan untuk memantau perkembangan desa di sekitar waduk bendungan yang jebol dan mengevakuasi warga yang masih bertahan di rumah. Hingga saat ini, ketinggian air diperkirakan melebihi lutut orang dewasa.
Menurut warga, ini bukan kali pertama bendungan jebol. "Percuma bikin bendungan kalau jebol terus. Untung kami masih bisa selamat," ujar seorang warga terdampak.
Salah satu pemotor, Ade Imba, yang diwawancara oleh tim lugopost.id, mengatakan bahwa perjalanan dari Namlea ke Namrole terhambat oleh longsor besar.
"Kemarin kita dari Namlea mau ke Namrole, pas lewat di Unit 11 kita lihat air mulai naik, tapi kita jalan terus. Sampai di tikungan, jalan lintas putus karena longsor besar. Ada yang bilang nanti ada perusahaan yang mau perbaiki jalan, jadi kita tunggu. Padahal ada longsor susulan, mobil satu masuk ke jurang karena tertimpa pohon besar. Untung orang di dalam mobil cepat lompat. Dari situ kita tidak berani lewat dan bermalam di perusahaan di Unit 11." Ceritanya
"Sekarang ini kayaknya mau balik ke Namlea saja, soalnya jalan menuju ke Namrole sudah tidak bisa dilewati," sambung Ade Imba.
Kondisi ini mengakibatkan ketinggian air belum juga surut. Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (Rasyid)
