(Oleh:
Berly Marten, S.S)
Pegiat Literasi & Aktivis
Kita
membutuhkan makanan yang bergizi dan minuman yang sehat. Seperti pandangan dan
cita-cita bangsa kita bahwa kehidupan tentu menginginkan situasi yang kondusif
yang berkelanjutan untuk hidup dan terus mengalami kemajuan. Melalui momentum
hari Lahir Pancasila 1 Juni adalah hari yang sangat istimewa dan bersejarah.
Bahwa Pancasila dijadikan sebagai falsafah bangsa kita.
Dalam
memahami Pancasila tidak hanya sekedar sebagai hafalan kita, melainkan mampu
mengimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari dalam bentuk apapun.
Kehidupan dimaksud adalah baik dalam aspek sosial politik, kebudayaan,
keagamaan, pendidikan, ekonomi, dan lainnya. Praktek-praktek kehidupan kita
harus menciptakan adanya nilai-nilai Pancasila yang begitu kuat dalam ikatan
sebagai ideologi kita.
Kita
bisa lihat bahwa ideologi yang benar adalah ideologi yang memuat dimensi ideal
dan dimensi realis. Dimensi ideal dimaksudkan untuk mengarahkan penganutnya
untuk mencapai cita-cita luhur dalam ideologi tersebut. Sementara dimensi
realis dimaksudkan bahwa seideal apapun suatu ideologi, harus bisa diterapkan pada
realitas kehidupan manusia.
Setiap
ideologi memuat prinsip dasar (dari mana kita berasal), tujuan (hendak ke mana
kita), dan kaidah (bagaimana kita sampai pada tujuan). Dalam konteks kehidupan
berbangsa dan bernegara Indonesia, Ideologi Pancasila memuat lima prinsip dasar
yaitu setiap sila dalam Pancasila. Adapun tujuan dari ideologi Pancasila
termaktub pada pembukaan UUD 1945 alinea ke-4, yaitu melindungi segenap bangsa
dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial; itulah 4 tujuan ideologi
Pancasila. Sementara kaidahnya adalah batang tubuh UUD 1945 yang kemudian
disebut sebagai konstitusi Negara Indonesia.
Dalam
kaitannya Pancasila dan demokrasi saat-saat ini, perlu kita turut terlibat
untuk mengoreksi bila terjadi praktek-praktek yang keliru bahkan brutal dari
esensi Pancasila dan demokrasi kita yang bisa menghilangkan nilai-nilai
Pancasila dan demokrasi dimaksud. Esensi demokrasi di sini seharusnya dipandang
sebagai keanekaragaman kebenaran.
Demokrasi
juga memberikan keleluasaan bagi berbagai kebenaran untuk hidup dan berkembang.
Demokrasi adalah sebuah sistem yang di dalamnya terdapat ruang publik tempat
setiap orang bebas menyampaikan pendapatnya; tempat setiap orang aktif dalam
mencari strategi baru, image baru, dan bahasa komunikasi baru yang kreatif,
agar dapat ditawarkan di dalam sebuah pasar komunikasi yang fair. Akan tetapi
yang lebih penting demokrasi adalah sebuah sistem yang di dalamnya setiap orang
saling menghargai, saling merasakan perasaan satu sama lainnya, saling
menganggap satu sama lain sebagai sahabat di dalam sebuah ajang dialogisme.
Inilah democratic intercultural communication.
Melalui
momentum memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 2024 ini, kita mengharapkan
ada kesadaran kolektif bahwa kita perlu dipandang sebagai manusia-manusia
teladan pancasilais dalam bentuk apapun. Karena nilai Pancasila mencakup semua
aspek kehidupan kita sehari-hari.
Seperti
pandangan Eduard Douwes Dekker atau Multatuli dalam nama penanya, mengatakan
bahwa tugas manusia adalah menjadi manusia. Sederhananya, yang memanusiakan
manusia. Teladan ialah menjadi contoh baik bagi manusia lainnya. Bukan sekadar
memberi contoh baik, tetapi menjadi contoh baik itu sendiri.
Dalam
konteks Pancasila, manusia teladan adalah ia yang dapat berlaku adil (benar)
melalui jalan yang beradab (baik). Adil berarti memberikan hak orang lain yang
menjadi kewajibannya diri dan menerima hak diri yang menjadi kewajiban orang
lain. Hakikatnya adalah kebenaran. Sementara adab berarti etika yang baik.
Etika
sendiri adalah mendahulukan kepentingan universal di atas kepentingan
partikular. Kiranya melalui memperingati hari lahir Pancasila di tengah
momentum tahun politik ini kita bisa jadikan Pancasila sebagai nilai patokan
dalam berdemokrasi yang seadil-adilnya dan mampu mempraktekkan itu ke jalan
yang benar dan tepat.[ ]
