HALSEL, LP - Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Humein Kiat, mengeluarkan pernyataan tegas terkait prioritas layanan KMP Maming di pelabuhan Feri Saketa Kecamatan Gane Barat. Humein mengkritik parkirnya sejumlah alat berat di areal pelabuhan yang seharusnya digunakan untuk pelayanan masyarakat.
"Kehadiran kapal feri rute Saketa-Babang harus difokuskan untuk pelayanan masyarakat, bukan untuk pihak ketiga yang membawa alat berat demi kepentingan kelompok atau perusahaan," tegas Humein, wakil rakyat asal Saketa.
Alumni Fakultas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bekasi Jawa Barat ini mengungkapkan kekesalannya saat mendapati alat berat berupa satu unit loder, dua unit eksavator, dan satu unit mobil tronton yang terparkir di pelabuhan Feri Saketa.
Alat-alat berat ini rencananya akan dibawa ke Pulau Bacan dengan menumpangi KMP Maming. Namun, dengan rute feri Saketa-Babang yang hanya beroperasi sekali seminggu, keberadaan alat berat tersebut semakin memperparah situasi antrean kendaraan roda dua dan roda empat milik warga.
Humein meminta Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) untuk tidak mengutamakan kepentingan orang tertentu dengan mengabaikan kebutuhan masyarakat.
"ASDP harus lebih memprioritaskan kepentingan masyarakat," tegasnya lagi.
Selain itu, Humein mendesak Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan untuk tidak memberikan izin parkir alat berat di areal pelabuhan Feri Saketa, karena hal ini mengganggu aktivitas umum.
"Keberadaan alat berat di pelabuhan Feri Saketa mengganggu aktivitas umum, karena areal pelabuhan bukan tempat parkir alat berat," pungkasnya. idham
