Panitia "Legu Tara No Ate" Bakal Hadirkan Jokowi, Lokasi Acara Sudah Ditetapkan

Editor: Admin

 

koordinasi panitia dengan Pihak Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate. Rabu (24/04/24).

Ternate,LP- Pegelaran Legu Tara No Ate terus di persiapakan, kali ini lokasi utama acara telah disepakati yakni di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate, Hal ini berdasarakan Hasil koordinasi panitia dengan Pihak Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate. Rabu (24/04/24). Kegiatan yang diketuai Syarif Abdullah ini akan menghadirkan Presiden Joko Widodo dan beberapa tamu  dari luar negeri yang punya irisan sejarah dengan Kesultanan Ternate.

“Pertemuan ini termasuk pertemuan kedua, pertemuan pertama dilakukan pada tanggal 28 Februari 2024 lalu. Pertemuan hari ini untuk pemaparan konsep kegiatan secara keseluruhan kepada pihak PPN Nusantara Ternate,” ungkap Syarif yang juga Ketua GP Ansor Ternate itu.

Lanjut, Ketua Pemuda Kelurahan Mangga Dua itu mengatakan bahwa dalam pertemuan dan silaturahmi tersebut pihak panitia diizinkan untuk menggunakan lokasi PPN Ternate sebagai pusat  acara.

“Alhamdulillah kami juga diberitahu oleh pak kepala PPN Nusantara Ternate terkait pemakaian lokasi Pelabuhan Perikanan sudah diizinkan oleh pimpinan PPN pusat. Itu artinya pegelaran Legu Tara No Ate siap dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate,”  akui Aktivis PMII itu.

Ia juga menjelaskan secara garis besar Panitia sudah lakukan paparkan site plannya. “Semua sudah di sampaikan mulai dari konsep kegiatannya seperti apa dan jenis stand apa saja, sampai pada tamu yang akan di undang,” ujarnya.

Dikatakan Syarif bahwa nantinya tamu undangan yang hadir akan sangat banyak. “Kami memang rencana mengundang bapak Jokowi Widodo (Presiden Republik Indonesia) karena beliau sebagai Pangeran Kesultanan Ternate, dengan gelar Kaicil Joko Widodo Dada Madopo Lamo yang dinobatkan pada 28 September 2022 lalu di Kadaton Kesultanan Ternate oleh pak Sultan Hidayat Mudaffar Sjah,” ungkap Syarif.

Selain Presiden, ia juga mengundang beberapa Negara yang memiliki hubungan historis dengan kesultanan Ternate. “Ada tamu dari luar negeri juga seperti Portugal, Spanyol, dan Belanda. Kemudian para Sultan se-Indonesia, pihak kementerian terkait, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pariwisata. Dan pastinya masih banyak tamu undangan lainnya,” sebut Syarif.

Secara prinsip panitia yang tergabung dalam lima kelurahan (Bastiong Karance, Bastiong Talangame, Mangga Dua, Toboko, kota Baru) ingin menunjukkan kepada masyakarat kota Ternate bahwa ada sesuatu yang baru yang di tampilkan di kegiatan ini.

“Karena akan ada juga rekor muri yang kami buat dalam kegiatan nanti. Kegiatan ini akan di gelar di Bulan Juli 2024 dengan mengusung Tema “ Meneguhkan Kembali Peradaban Adat Se-Atorang Kesultanan Ternate Untuk Dunia,” pungkasnya. (Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com