![]() |
| Foto istimewa |
MALIFORO, HALMAHERA TENGAH — Sebanyak 20 perempuan Desa Maliforo menunjukkan bahwa potensi ekonomi desa dapat tumbuh dari keterampilan sederhana yang dikelola secara serius. Selama tiga hari, mereka berhasil mengolah bagian pala yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal menjadi empat produk siap dikembangkan.
Empat produk tersebut adalah sirup pala, selai pala, minuman pala, dan manisan pala. Produk-produk itu dihasilkan dalam Pelatihan Teknis Pengolahan Limbah Pala yang diselenggarakan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), 23–25 September 2026.
Pelatihan yang dilaksanakan di Desa Maliforo, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, menjadi ruang belajar sekaligus langkah awal bagi perempuan desa untuk membangun usaha produktif berbasis potensi lokal.
Selama kegiatan, peserta tidak hanya menerima materi di dalam ruangan. Mereka terlibat langsung dalam memilih dan menyiapkan bahan baku, mengukur komposisi, mengikuti standar resep, melakukan pengolahan, serta mengemas hasil produksi agar lebih menarik dan memiliki nilai jual.
Dua akademisi Universitas Khairun Ternate, Dr. Ir. Yusnaini, S.Pt., M.P. dan Indah Rosdiwati, S.P., M.Sc., menjadi narasumber dalam pelatihan tersebut.
Keduanya memberikan penguatan mengenai teknologi pengolahan pangan serta mendampingi peserta dalam praktik pembuatan produk. Pendekatan teori dan praktik membuat peserta lebih mudah memahami setiap tahapan produksi.
Keterlibatan penuh ibu-ibu Desa Maliforo memperlihatkan besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan ekonomi alternatif. Pala yang selama ini lebih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah kini dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Kegiatan tersebut dibuka dan ditutup oleh Kepala Desa Maliforo, Esa Hi. Nasir. Pemerintah Desa Maliforo memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan karena dinilai mampu membuka wawasan sekaligus memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat.
![]() |
| Foto istimewa |
Pemerintah desa berharap para peserta dapat melanjutkan keterampilan tersebut melalui pembentukan kelompok usaha, pengembangan produksi secara berkala, dan pemasaran produk secara lebih luas. Pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya usaha produktif yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
Kegiatan turut didampingi Fasilitator Kabupaten TEKAD Halmahera Tengah, Adam Basirun, bersama Fasilitator Kecamatan Patani Utara, Marlinda Kader dan Siti Farida Lastori. Pendampingan juga melibatkan Kader Desa Maliforo dan tim pelaksana kegiatan.
Kehadiran para fasilitator dan kader menjadi penting untuk memastikan keterampilan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Pendampingan lanjutan diperlukan agar peserta mampu menjaga mutu produk, memperbaiki kemasan, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, serta membangun jaringan pemasaran.
Program TEKAD di bawah Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Halmahera Tengah, mendorong masyarakat agar menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi desa.
Jika dikelola secara konsisten, empat olahan pala tersebut berpotensi menjadi identitas baru Desa Maliforo. Selain dipasarkan di lingkungan Patani Utara dan Halmahera Tengah, produk itu juga dapat dipromosikan sebagai oleh-oleh khas daerah.
Pelatihan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan individu. Ketika didukung oleh pemerintah desa, pendamping, akademisi, dan akses pasar, keterampilan tersebut dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi keluarga sekaligus menggerakkan perekonomian desa.
Dari tangan kreatif ibu-ibu Maliforo, bagian pala yang semula kurang dimanfaatkan kini berubah menjadi produk yang menarik, bermanfaat, dan bernilai ekonomi. Langkah kecil tersebut membuka harapan besar bagi lahirnya produk unggulan baru dari Desa Maliforo.



