Asnawi: Keluarga dan Pendidikan Harus Jadi Benteng Generasi, Ustaz Ikhwan Ingatkan Pentingnya Akhlak Rasulullah
Peliput: IL | Editor : Idham Hasan
Kegiatan yang menghadirkan Ustaz Ikhwan Soleman, S.Pd.I., M.Pd. sebagai penceramah tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Sabtu (29/8/2026).
Peringatan Maulid dihadiri Ketua Pembina Yayasan Darul Mujaddid Asnawi Lagalante, pengurus yayasan, para guru, siswa-siswi serta orang tua peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Asnawi Lagalante menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk kembali menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan keluarga dan dunia pendidikan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan bagi keluarga dalam membentuk karakter anak.
Karena itu, orang tua dan guru memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pendampingan, pengawasan serta pendidikan akhlak kepada generasi muda agar tidak mudah terbawa oleh berbagai pengaruh negatif di dunia digital.
“Keteladanan Rasulullah SAW harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam keluarga dan lingkungan pendidikan. Anak-anak tidak cukup hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga harus memiliki akhlak dan karakter,” pesan Asnawi.
Ia berharap momentum Maulid Nabi dapat memperkuat hubungan antara yayasan, guru, orang tua dan siswa dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki iman dan akhlak yang baik.
Ustaz Ikhwan: Teladani Rasulullah di Tengah Tantangan Digitals
Ia menyoroti tantangan keluarga di era digital yang semakin kompleks. Kemajuan teknologi dan media sosial, kata dia, telah mengubah pola komunikasi dan interaksi dalam keluarga.
Karena itu, orang tua tidak boleh kehilangan peran dalam mendidik dan membimbing anak hanya karena kesibukan maupun perkembangan teknologi.
Keteladanan Rasulullah SAW, menurut Ustaz Ikhwan, harus menjadi pedoman dalam membangun komunikasi, kasih sayang, tanggung jawab dan keharmonisan di dalam keluarga.
Ia juga mengingatkan agar teknologi digunakan secara bijak dan tidak dibiarkan mengambil alih peran orang tua dalam membentuk karakter anak.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi seorang anak. Dari keluarga pula nilai agama, sopan santun, tanggung jawab dan akhlak pertama kali ditanamkan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Yayasan Darul Mujaddid tersebut akhirnya menjadi momentum untuk menguatkan kembali pesan bahwa kemajuan zaman harus diimbangi dengan kekuatan iman dan akhlak.
“Sebab, generasi yang tumbuh di era digital bukan hanya membutuhkan kecerdasan dalam menggunakan teknologi, tetapi juga karakter kuat agar mampu membedakan mana yang bermanfaat dan mana yang dapat merusak dirinya.” tandasnya (*)



