Dana Hibah Belum Sepenuhnya Cair, Atlet dan Pelatih Mengaku Harus Berutang Demi Mempertahankan Program Latihan Menuju Porprov Malut V 2026
![]() |
| Ketua KONI Halmahera Selatan, Iksan Kaleseran (depan), bersama jajaran pengurus saat dilantik dalam prosesi pengukuhan kepengurusan KONI Halsel. (Foto: JaretNews) |
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan optimisme yang selama ini disampaikan pengurus KONI Halsel. Di saat target medali emas terus dibebankan kepada cabang olahraga, sejumlah atlet dan pelatih mengaku masih bergelut dengan persoalan mendasar, mulai dari keterbatasan perlengkapan, biaya operasional, hingga kebutuhan konsumsi selama menjalani pemusatan latihan.
Sejumlah cabang olahraga yang tengah mematangkan persiapan menuju Porprov Malut V 2026 mengaku terpaksa mencari pinjaman demi menutupi kebutuhan latihan sehari-hari. Langkah itu dilakukan agar program pembinaan tidak terhenti di tengah jalan akibat keterbatasan anggaran yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Keluhan juga datang dari sejumlah manajer tim dan pelatih terkait minimnya dukungan anggaran untuk pengadaan alat latihan baru, sewa fasilitas pertandingan, hingga pemenuhan kebutuhan gizi atlet. Padahal, seluruh kebutuhan tersebut merupakan faktor penting dalam menunjang performa atlet menjelang kompetisi.
Di tengah keterbatasan itu, para pengurus cabang olahraga harus memutar otak agar program latihan tetap berjalan. Mereka mengaku berada dalam posisi sulit karena dituntut menghasilkan prestasi, sementara dukungan yang diterima dinilai belum sebanding dengan target yang dibebankan.
Persoalan lain yang memicu kekecewaan adalah pembagian anggaran perlengkapan pertandingan yang dinilai tidak merata. Berdasarkan dokumen rencana anggaran hasil rasionalisasi, terdapat perbedaan nominal yang cukup signifikan antar cabang olahraga.
Dokumen tersebut menunjukkan ada cabang olahraga yang memperoleh anggaran perlengkapan sebesar Rp30 juta, sementara beberapa cabor lainnya mendapatkan Rp25 juta. Sebagian lagi menerima Rp15 juta hingga Rp20 juta, dan sisanya hanya memperoleh Rp10 juta untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan menjelang pertandingan.
Perbedaan tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan pengurus cabor. Mereka mempertanyakan dasar pertimbangan pembagian anggaran yang dianggap belum sepenuhnya mencerminkan kebutuhan riil masing-masing cabang olahraga.
"Kami tidak mempermasalahkan target yang diberikan. Tetapi target harus diikuti dengan dukungan yang memadai. Jangan atlet diminta membawa pulang medali, sementara kebutuhan dasar latihan saja masih harus ditanggung sendiri," ujar salah satu perwakilan cabang olahraga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Selain persoalan nominal anggaran, proses distribusi dana juga mendapat kritik. Sejumlah cabang olahraga menilai penyaluran bantuan dari KONI Halsel berjalan lebih lambat dibandingkan daerah lain di Maluku Utara yang juga tengah mempersiapkan kontingen untuk Porprov.
Padahal, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah mengalokasikan dana hibah sebesar Rp2 miliar untuk mendukung persiapan kontingen daerah. Namun kondisi keuangan daerah yang belum stabil membuat pencairan anggaran belum dapat dilakukan secara penuh.
Dikutip dari Tribun Ternate, Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Halmahera Selatan, Farid Husen, menjelaskan bahwa pemerintah daerah belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan anggaran yang diajukan KONI Halsel akibat kondisi keuangan daerah yang sedang tidak stabil.
"Kita punya kondisi keuangan kurang stabil, sehingga kita tidak bisa full. Kita geser setengahnya dulu, itu Rp1 miliar," ujar Farid Husen sebagaimana dikutip Tribun Ternate, Jumat (22/5).
Kondisi tersebut kini menjadi tantangan serius bagi 22 cabang olahraga yang akan membawa nama Halmahera Selatan pada Porprov Malut V 2026. Lebih dari 200 atlet dan ofisial harus berpacu dengan waktu untuk mempersiapkan diri di tengah keterbatasan yang masih membayangi.
Para atlet berharap perhatian terhadap olahraga tidak berhenti pada pemasangan target dan pernyataan optimistis di ruang rapat. Mereka membutuhkan dukungan nyata berupa kepastian anggaran, perlengkapan yang memadai, serta program pembinaan yang berjalan secara berkelanjutan.
Sebab dalam dunia olahraga, prestasi tidak lahir dari ambisi semata. Medali tidak dicetak melalui target di atas kertas, melainkan melalui kerja keras atlet yang ditopang oleh pembinaan yang baik, fasilitas yang layak, serta dukungan anggaran yang memadai.
Dengan waktu yang tersisa semakin sempit menjelang pelaksanaan Porprov Maluku Utara V 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 15 Juni mendatang, berbagai persoalan yang membelit persiapan kontingen Halmahera Selatan diharapkan segera mendapat perhatian serius.
Target juara umum tentu menjadi kebanggaan bagi daerah. Namun target tersebut berpotensi menjadi beban jika tidak dibarengi dengan langkah nyata dalam memenuhi kebutuhan atlet dan cabang olahraga. Di tengah semangat mengharumkan nama Halmahera Selatan, para atlet berharap mereka tidak dibiarkan berjuang sendiri demi mengejar prestasi untuk daerah yang mereka wakili.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi Ketua KONI Halmahera Selatan, Iksan Kaleserang untuk memperoleh konfirmasi dan tanggapan resmi terkait berbagai keluhan yang disampaikan sejumlah cabang olahraga. (*)
Penulis : Idham
Editor : Idham Hasan
