Makan Bergizi Gratis Mandek, Ribuan Siswa Bacan Kehilangan Jatah Makan

Editor: Admin

Program unggulan pemerintah yang sebelumnya dinikmati ribuan pelajar mendadak terhenti sejak Lebaran. Dapur SPPG Marabose hingga kini belum kembali beroperasi.

Sepinya aktivitas di Dapur SPPG Marabose, Kecamatan Bacan. Penutupan dapur sejak usai Lebaran 2026 membuat ribuan siswa di delapan sekolah belum kembali menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Lugopost/Idham Hasan.
LUGOPOST.ID, LABUHA– Harapan ribuan siswa di Kecamatan Bacan untuk terus menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpaksa terhenti. Selama dua bulan terakhir, distribusi makanan bergizi ke sejumlah sekolah tidak lagi berjalan setelah Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Marabose, Kabupaten Halmahera Selatan, masih ditutup akibat kendala fasilitas pendukung operasional.

Dapur SPPG yang dikelola Yayasan Muhammad Ravi Al-Khaidar tersebut sebelumnya menjadi penyedia makanan bergizi bagi ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Bacan. Sejak mulai beroperasi pada Agustus 2025, dapur tersebut secara rutin memasok makanan bergizi kepada siswa penerima manfaat program MBG.

Namun, sejak usai Hari Raya Idulfitri 2026, operasional dapur dihentikan sementara dan hingga kini belum kembali berjalan. Akibatnya, ribuan siswa yang sebelumnya menerima manfaat program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto itu tidak lagi mendapatkan makanan bergizi gratis sebagaimana biasanya.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan beberapa hari lalu, aktivitas di Dapur SPPG Marabose masih belum terlihat. Bangunan dapur dalam kondisi tertutup dan belum menunjukkan adanya kegiatan penyediaan makanan untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Salah satu karyawan yang ditemui di lokasi menjelaskan bahwa penghentian sementara operasional dilakukan karena adanya perbaikan pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Menurutnya, kapasitas bak penampungan limbah yang tersedia tidak mampu menampung volume air buangan dari aktivitas dapur sehingga menyebabkan luapan hingga ke area sekitar.

“Sudah berulang kali disedot, tetapi airnya tetap meluap. Ini karena bak penampung air limbah terlalu kecil sehingga kami memilih menutup sementara untuk dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Selain persoalan IPAL, beredar informasi bahwa dapur tersebut juga masih memerlukan penyesuaian sejumlah sarana dan prasarana agar sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola terkait informasi tersebut.

Dampak penghentian operasional dapur mulai dirasakan langsung oleh para siswa. Sejumlah pelajar mengaku sudah tidak lagi menerima makanan bergizi gratis sejak selesai libur Idulfitri.

“Kalau sebelum lebaran masih dapat makan, tapi setelah itu tidak lagi,” kata salah seorang siswa SMP Islam Marabose.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah siswa SMA Negeri 1 Halmahera Selatan. Mereka berharap program yang dinilai sangat membantu kebutuhan gizi pelajar itu dapat segera kembali dilaksanakan.

“Torang tidak tahu kenapa MBG tidak lagi diberikan, padahal program ini cukup baik,” ungkap para siswa.

Adapun sekolah yang sebelumnya menerima pasokan MBG dari Dapur SPPG Marabose meliputi SMA Negeri 1 Halmahera Selatan, SD Negeri Marabose, SMP Negeri 69 Halmahera Selatan, SMA Misbahul Aulad Marabose, SD Negeri Hidayat, SD Negeri Labuha, SD Negeri 68 Halmahera Selatan, serta SD Negeri 8 Halmahera Selatan.

Terhentinya distribusi MBG selama dua bulan terakhir menimbulkan pertanyaan dari masyarakat mengenai keberlanjutan program tersebut di wilayah Bacan. Pasalnya, program yang diluncurkan pemerintah pusat itu sebelumnya mendapat respons positif dari siswa maupun pihak sekolah karena dinilai membantu pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Yayasan Muhammad Ravi Al-Khaidar selaku pengelola Dapur SPPG Marabose belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti penghentian operasional maupun kapan distribusi MBG akan kembali dilakukan. Redaksi juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait guna mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai kelanjutan layanan MBG bagi ribuan siswa yang terdampak. (*) 


Penulis : Idham | Editor : Idham Hasan

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com