Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Maluku Utara menyebut keraguan dan mental takut memulai menjadi penghambat utama anak muda meraih kesuksesan usaha.
Di hadapan pelaku usaha muda, aktivis, dan jurnalis, Imran membawakan materi bertema “Mitos dan Fakta Menjadi Pengusaha”. Ia menekankan bahwa keyakinan menjadi salah satu modal utama yang harus dimiliki seseorang sebelum memulai usaha.
Menurutnya, seorang pengusaha tidak boleh memiliki keraguan terhadap cita-cita yang ingin dicapai. Sebab, keyakinan akan menentukan langkah, semangat, hingga dukungan dari lingkungan sekitar.
“Kalau punya cita-cita jangan hanya 50 persen yakin. Seorang pengusaha harus punya keyakinan 99 persen bahwa impiannya bisa terwujud. Jangan ragu untuk memulai,” ujar Imran di hadapan peserta.
Ia menilai banyak orang gagal berkembang karena terlalu takut mengambil langkah awal dalam membangun usaha.
“Kalau ingin berhasil, maka harus punya keyakinan besar terhadap tujuan yang ingin dicapai. Jangan takut memulai dan jangan mudah menyerah,” katanya.
Imran yang juga mantan Informan Ahli Daerah/Nasional asal Maluku Utara perwakilan unsur bisnis dalam penyusunan Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) oleh Komisi Informasi itu, juga mengajak generasi muda di Halmahera Selatan untuk mulai membangun pola pikir optimis dan terus belajar menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin kompetitif. Menurutnya, kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang, konsistensi, dan keberanian mengambil peluang.
Ia pun mendorong anak muda agar tidak takut memulai usaha dari hal-hal kecil. Sebab, banyak pengusaha besar yang memulai perjalanan bisnis mereka dari keterbatasan.
“Anak muda harus berani keluar dari rasa takut dan mulai membangun usaha sendiri. Jangan hanya menunggu peluang datang, tapi ciptakan peluang itu,” ujarnya.
Selain membahas pentingnya mental dan keberanian dalam berwirausaha, Imran juga menyinggung peran keluarga dalam mendukung perjalanan usaha seseorang. Ia menyarankan agar setiap keputusan usaha dibicarakan bersama pasangan maupun keluarga.
“Kalau mau jadi pengusaha, ajak istri berdiskusi dan minta pandangannya. Dukungan keluarga sangat penting dalam perjalanan usaha,” tuturnya.
Dalam penyampaiannya, Imran turut mencontohkan kisah Nabi Musa AS yang membelah lautan sebagai gambaran tentang pentingnya keyakinan dalam menghadapi tantangan hidup maupun dunia usaha.
“Keyakinan itu yang nantinya mempengaruhi langkah dan dukungan orang terhadap kita. Kalau masih penuh keraguan, maka akan sulit berkembang,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung santai dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi materi hingga akhir acara sambil membahas tantangan serta peluang usaha kreatif di Halmahera Selatan. (*).
Penulis Idham |Editor: Redaksi

