Warga sudah bayar, meteran tak kunjung terpasang janji berulang, realisasi nihil
![]() |
| Foto istimewa |
Alih-alih mendapat layanan tepat waktu, warga justru dihadapkan pada janji yang terus bergeser tanpa kepastian. Saat pendaftaran, petugas menjanjikan pemasangan rampung dalam waktu satu hingga dua pekan. Namun hingga tenggat itu lewat, tak ada tanda-tanda pekerjaan dilakukan.
“Awalnya dijanjikan minggu depan setelah daftar. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” kata seorang warga, Senin, 13 April 2026.
Kekecewaan memuncak ketika warga kembali mendatangi petugas lapangan. Bukannya solusi, mereka kembali menerima janji baru pemasangan disebut akan dilakukan pada Jumat, 10 April 2026. Janji itu kembali meleset.
Petugas kemudian berdalih keterlambatan terjadi karena Sertifikat Laik Operasi (SLO) belum terbit. Namun, alasan tersebut tidak disertai kepastian waktu penyelesaian.
“Masih menunggu proses SLO. Sudah dikonfirmasi, tapi belum tahu kapan selesai,” ujar petugas lapangan.
Situasi semakin memicu kemarahan warga setelah muncul tawaran pengembalian dana bagi yang tidak ingin menunggu. Bagi warga, tawaran itu dianggap bentuk lepas tanggung jawab, bukan solusi.
“Yang kami butuhkan listrik, bukan uang kembali. Ini kebutuhan dasar,” tegas warga lainnya.
Warga menilai, kondisi ini mencerminkan buruknya manajemen layanan dan minimnya transparansi dari PT PLN (Persero). Janji tanpa realisasi dinilai sebagai bentuk ketidakseriusan dalam memenuhi hak masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, pihak PT PLN (Persero) di Sofifi belum memberikan penjelasan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan tidak mendapat tanggapan. Warga mendesak PLN segera memberikan kepastian jadwal pemasangan, bukan sekadar janji berulang. Mereka menegaskan, akses listrik bukan layanan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar yang seharusnya dipenuhi tanpa berlarut-larut. (*)
Penulis :Idham
Editor : Redaksi
