PT Babang Raya pastikan pasokan stabil, distribusi BBM subsidi diperketat dengan sistem barcode
Perusahaan tersebut mengelola sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), di antaranya SPBU Labuha di Kecamatan Bacan dan SPBU Babang di Kecamatan Bacan Timur.
Pengelola SPBU Labuha, Hasim Hi. Soleman, mengatakan ketersediaan BBM hingga saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat, meskipun terjadi penyesuaian harga pada jenis tertentu. “Untuk saat ini stok terjamin sekalipun harga naik,” ujarnya saat ditemui, Senin (20/4).
Ia menjelaskan, di SPBU Labuha dan SPBU Babang tersedia tiga jenis BBM, yakni Pertalite (subsidi), Pertamax, dan Dexlite (nonsubsidi). Harga Pertalite dan Pertamax tidak mengalami perubahan, masing-masing tetap Rp10.000 per liter dan Rp12.500 per liter.
Namun, kenaikan signifikan terjadi pada Dexlite. Harga BBM jenis ini melonjak dari Rp14.500 per liter menjadi Rp24.150 per liter.
Sementara itu, BBM subsidi lainnya seperti Solar dan minyak tanah yang disalurkan PT Babang Raya melalui unit SPBU lain tetap dijual dengan harga normal. Solar masih berada di angka Rp6.800 per liter, sedangkan minyak tanah tidak mengalami kenaikan.
Hasim menegaskan, pihaknya menerapkan pengawasan ketat dalam penyaluran BBM subsidi. Setiap SPBU menggunakan sistem barcode (barkot) untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
Kalau sudah mengisi di satu SPBU, tidak bisa lagi mengisi di SPBU lain. Ini khusus untuk Pertalite, mengikuti sistem dari pemerintah,” katanya.
Kenaikan harga Dexlite, menurut Hasim, berdampak langsung terhadap penurunan penjualan. Di SPBU Labuha, penjualan harian yang sebelumnya mencapai 500 hingga 700 liter kini turun drastis menjadi sekitar 200 liter per hari.
Dexlite ini umumnya digunakan oleh kendaraan seperti truk dan pickup. Sejak harganya naik, tingkat penjualan memang ikut menurun. Bahkan dalam satu hari hanya sekitar 200 liter lebih yang terjual,” tandasnya. (*)
Penulis :Idham | Editor Redaksi
