PKB Halsel Tak Boleh Lagi Diam

Editor: Admin

Pesan Tegas DPP: Politik Harus Hadir, Bukan Sekadar Janji

Suasana pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Halmahera Selatan di Labuha, Minggu (19/04/2026). Anggota DPR RI Komisi V, Ahmad Fauzi, yang mewakili Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, menyampaikan arahan kepada kader agar memperkuat soliditas, turun langsung ke masyarakat, dan menghadirkan politik yang berpihak pada rakyat. (Foto: Lugopost/Idham Hasan)

Bacan, Maluku Utara– Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Halmahera Selatan yang digelar di Hotel Buana Lipu, Minggu (19/04/2026), bukan sekadar agenda organisasi. Forum ini menjelma menjadi panggung konsolidasi besar yang membakar semangat kader untuk bangkit, bergerak, dan merebut kepercayaan rakyat.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur pimpinan partai politik, perwakilan Bawaslu dan KPU Halmahera Selatan, Wakil Bupati Halsel bersama Sekretaris Daerah, serta seluruh pengurus anak cabang (PAC) dari 30 kecamatan se-Halmahera Selatan.

Anggota DPR RI Komisi V, Ahmad Fauzi yang hadir mewakili Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, menyampaikan pesan tegas: PKB tidak boleh menjadi partai musiman yang hanya hadir saat pemilu.

Ia menegaskan, DPP turun langsung ke daerah untuk memastikan seluruh struktur partai hidup, bergerak, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat.

“Kita tidak boleh menjadi tamu lima tahunan. Kader PKB harus selalu ada di tengah rakyat, merasakan apa yang mereka rasakan, dan menjadi bagian dari solusi,” tegasnya di hadapan peserta Muscab.

Dalam pidatonya yang penuh semangat, ia mengingatkan bahwa situasi global yang tidak stabil, termasuk konflik internasional, akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat hingga ke daerah.

Kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok, menurutnya, bukan sekadar isu nasional, tetapi persoalan nyata yang akan dirasakan masyarakat Halmahera Selatan.

“Kalau kita tidak hadir di tengah rakyat dalam situasi seperti ini, maka partai ini akan ditinggalkan. Rakyat tidak butuh janji, rakyat butuh aksi,” ujarnya lantang.

Ia kemudian menyerukan tiga kekuatan utama yang harus menjadi napas perjuangan kader PKB. Pertama, politik kehadiran kader harus turun langsung, menyatu dengan rakyat, dan tidak membiarkan masyarakat menghadapi masalah sendirian.

Kedua, politik kepeloporan PKB harus berada di barisan depan dalam setiap perubahan menuju kebaikan.

“Kalau ada yang tidak beres di masyarakat, kader PKB harus paling depan memperbaiki. Jangan tunggu orang lain,” katanya.

Ketiga, politik keteladanan setiap kader harus menjaga integritas, karena satu kesalahan bisa meruntuhkan kepercayaan publik terhadap partai.

Ia juga menegaskan bahwa struktur partai tidak boleh diisi oleh figur pasif. Kepengurusan harus diisi oleh orang-orang yang mau bekerja, bergerak, dan berjuang bersama rakyat.

“Pengurus yang diam akan jadi beban. Tapi yang bergerak akan menjadi kekuatan. PKB butuh pejuang, bukan penonton,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, ia mengingatkan bahwa masa depan demokrasi bergantung pada kerja nyata partai politik dalam menghadirkan kesejahteraan.

“Kalau kita gagal menghadirkan solusi, maka kepercayaan rakyat akan hilang. Tapi kalau kita hadir, bekerja, dan berjuang, PKB akan menjadi harapan rakyat,” pungkasnya. Muscab PKB Halsel kali ini diharapkan tidak hanya melahirkan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi titik balik kebangkitan kader untuk memperkuat barisan, merapatkan langkah, dan memenangkan hati rakyat Halmahera Selatan. (*) 


Penulis : Idham | Editor Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com