Gangguan berlangsung berbulan-bulan, layanan dinilai abai terhadap kebutuhan dasar masyarakat
![]() |
| Wakil Ketua II DPRD Halmahera Selatan, Fadila Mahmud (Foto : Lugopost/Idham) |
Kepada media ini, Rabu (15/04/2026), Fadila menyatakan, pemadaman listrik terjadi hampir setiap hari dan berlangsung tanpa kepastian. Kondisi tersebut, kata dia, bukan lagi gangguan biasa, melainkan persoalan serius yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Selama hampir lima bulan, masyarakat Kayoa menghadapi listrik yang mati-nyala. Ini sangat merugikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, dampak pemadaman tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha. Aktivitas ekonomi warga disebut terganggu akibat pasokan listrik yang tidak stabil.
“Pelaku usaha kecil hingga menengah terdampak. Listrik yang tidak stabil menghambat produktivitas mereka,” kata Fadila.
Menurut dia, kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pelayanan PLN, terutama di wilayah kepulauan yang membutuhkan perhatian lebih serius. Karena itu, DPRD mendesak PLN segera memberikan penjelasan resmi terkait penyebab pemadaman berkepanjangan tersebut.
“PLN harus terbuka dan menyampaikan apa penyebabnya, serta langkah konkret yang akan dilakukan,” ujarnya.
Fadila menambahkan, jika persoalan ini terus berlarut tanpa penyelesaian, kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik akan semakin menurun.“Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Tidak boleh dibiarkan,” katanya. (*)
Penulis : Idham | Editor : Redaksi
