![]() |
| Foto istimewa |
Halmahera Tengah – Konsistensi berbuah manis. Rumah Inovasi dan Teknologi Desa (RITD) Desa Wairoro Makmur kembali mencatat capaian positif dengan melaksanakan panen melon ke-3 sebanyak 2 ton atau 2.000 kilogram. Panen ini menjadi bagian dari keberlanjutan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang terus mendorong kemandirian ekonomi desa berbasis pertanian produktif.
Ketua RITD Wairoro Makmur, Semiadi, menyampaikan bahwa capaian panen kali ini menunjukkan komitmen kelompok dalam mengelola usaha hortikultura secara terencana dan berkelanjutan. “Sebelumnya kami berhasil memanen 7 ton pada panen pertama, kemudian 1,5 ton pada panen kedua, dan hari ini 2 ton. Total produksi sudah mencapai 10,5 ton,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak datang secara instan. Kelompok secara konsisten menerapkan pola tanam berkelanjutan, mulai dari pembibitan, perawatan intensif, hingga manajemen distribusi hasil panen. Fokus pengembangan diarahkan pada komoditas melon dan semangka sebagai produk unggulan desa yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil.
Dalam proses panen, kelompok turut didampingi oleh Fasilitator Kecamatan Weda Selatan, Rukamana dan Harmiyati, yang aktif memberikan pendampingan teknis serta penguatan kelembagaan. Sinergi antara kelompok tani, fasilitator, dan dukungan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan produksi.
Hasil panen 2 ton tersebut telah didistribusikan ke pasar serta lapak-lapak lingkar tambang PT IWIP di Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, dengan harga jual Rp9.000 per kilogram. Dari panen ketiga ini, kelompok membukukan omzet sekitar Rp18 juta. Secara kumulatif, total produksi 10,5 ton menunjukkan potensi nilai ekonomi yang signifikan dalam mendukung perputaran ekonomi desa.
Program TEKAD dinilai tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi pertanian, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan masyarakat desa, memperluas akses pasar, dan memperkuat rantai distribusi. Model pengembangan RITD Wairoro Makmur kini menjadi contoh praktik baik dalam pengelolaan potensi lokal berbasis inovasi dan teknologi di Kabupaten Halmahera Tengah.
Kelompok RITD menyampaikan apresiasi kepada para fasilitator kecamatan dan kabupaten serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi atas dukungan berkelanjutan yang diberikan. Harapannya, program ini terus berjalan konsisten sehingga mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mempercepat transformasi ekonomi desa menuju desa yang mandiri dan berdaya saing.
Dengan capaian tersebut, Wairoro Makmur tidak hanya memanen melon, tetapi juga menanam harapan bagi kemandirian ekonomi desa di masa depan.
