Limbah Sisa Makanan Dapur MBG Loto Diolah Menjadi Pupuk dan Pakan Ternak, Libatkan Masyarakat dan UMKM Lokal
![]() |
| Penanggung jawab SPPG Dapur MBG di Kelurahan Loto, Kecamatan Ternate Barat, Provinsi Maluku Utara,Ismawanti Sawedi, S. ST., M. Kes., (Foto istimewa) |
TERNATE,– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan asupan gizi siswa, tetapi juga membuka peluang manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat. Limbah sisa makanan dari program ini dapat dikelola dan dimanfaatkan menjadi pupuk kompos maupun pakan ternak yang memiliki nilai ekonomis.
Penanggung jawab SPPG Dapur MBG di Kelurahan Loto, Kecamatan Ternate Barat, Provinsi Maluku Utara, Ismawanti Sawedi, S. ST., M. Kes., mengatakan sisa makanan dari dapur MBG seharusnya tidak dipandang sebagai limbah yang terbuang percuma. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah tersebut justru dapat menjadi sumber daya yang bermanfaat.
Menurutnya, pengelolaan limbah sisa makanan secara baik tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung sektor peternakan dan pertanian masyarakat sekitar.
Terkait dengan limbah tersebut, sisa makanan Program Makan Bergizi Gratis dapat diolah menjadi pupuk kompos dan pakan ternak dengan melibatkan masyarakat sekitar. Dengan cara ini, limbah yang ada justru memberi nilai tambah ekonomi,” ujar Ismawanti kepada media ini Rabu, (11/02/2026).
Ia berharap pengelolaan limbah sisa makanan MBG dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi dapur MBG lainnya, sehingga manfaat program ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Selain aspek lingkungan,Ismawanti juga menuturkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG, seperti beras, sayur-mayur, dan ikan, dapat dipenuhi dari petani, nelayan, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Melalui program ini, petani, nelayan, dan UMKM lokal diharapkan dapat terlibat sebagai pemasok bahan pangan, sehingga secara langsung turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya
Saat ini, Dapur MBG di Kelurahan Loto melayani sebanyak 2.133 siswa sebagai penerima manfaat. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Maluku Utara, sekaligus menjadi model pengelolaan dapur MBG yang ramah lingkungan dan berbasis potensi lokal.(*)
Editor | Idham Hasan.
