Maluku Utara kian menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi paling progresif di Indonesia. Hal ini tidak lepas dari geliat sektor pertambangan dan industri pengolahan mineral yang terus berkembang seiring kebijakan hilirisasi nasional.
Ketua Harian Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Rusdi Yusuf, menilai kebijakan hilirisasi tambang telah membuka babak baru pembangunan ekonomi di Maluku Utara. Menurutnya, kehadiran industri pengolahan mineral memberikan efek berantai yang nyata bagi perekonomian daerah.
“Maluku Utara hari ini menjadi contoh bagaimana hilirisasi mampu menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan,” ujar Rusdi di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Rusdi mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam beberapa tahun terakhir, Maluku Utara secara konsisten mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi atau masuk jajaran teratas nasional. Capaian tersebut sebagian besar ditopang oleh sektor industri pengolahan berbasis sumber daya mineral, khususnya nikel.
Ia menilai, keberadaan smelter dan kawasan industri tambang tidak hanya berdampak pada peningkatan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat penerimaan negara dan daerah serta menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.
Namun demikian, Rusdi menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat harus berjalan seiring dengan tata kelola investasi yang bertanggung jawab. Karena itu, ia mendorong seluruh elemen masyarakat—mulai dari organisasi kepemudaan, lembaga swadaya masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan—untuk terlibat aktif dalam pengawasan investasi.
“Dukungan terhadap investasi harus disertai pengawalan. Kita ingin investasi yang patuh pajak, ramah lingkungan, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat lingkar tambang,” tegasnya.
Putra daerah Maluku Utara yang kini aktif di tingkat nasional itu juga menyoroti pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan. Menurutnya, perusahaan tambang perlu membangun komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan dengan masyarakat sekitar.
“Pemberdayaan ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan perlindungan lingkungan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas industri tambang,” kata Rusdi.
Ia optimistis, apabila pemerintah, investor, dan masyarakat dapat berjalan seiring, maka hilirisasi tambang tidak hanya menjadi proyek ekonomi semata, tetapi juga fondasi kesejahteraan jangka panjang bagi rakyat Maluku Utara.
“Kolaborasi adalah kunci. Dengan sinergi yang kuat, hilirisasi tambang akan menjadi berkah pembangunan bagi daerah,” pungkasnya.
