Jimmy Rifky The Dorong Pertanian Berkelanjutan dan Skala Hektare di Halsel

Editor: Admin

Jimmy Rifky The (Foto : Idham/Lugopost.id) 
Labuha – Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Halmahera Selatan, Jimmy Rifky The, menegaskan komitmennya mendorong transformasi sektor pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan usai resmi dilantik untuk periode 2026–2030, Senin (16/02/2026).

Dalam keterangannya kepada media, Jimmy menyampaikan apresiasi atas soliditas pengurus serta dukungan instansi pemerintah yang turut menyukseskan pelantikan tersebut. Ia berharap momentum itu menjadi titik awal memperkuat sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam mengoptimalkan potensi pertanian, kelautan, perikanan, hingga peternakan.

“Partisipasi teman-teman pengurus dan instansi pemerintah sangat memuaskan. Semoga ini menjadi awal untuk kita maju bersama, membangun sinergitas demi pengembangan sektor pertanian dan perikanan di daerah ini,” ujarnya.

Jimmy menekankan, kepemimpinannya akan diarahkan pada perubahan pola pikir bertani. Menurutnya, petani tidak lagi boleh terjebak pada pola tanam musiman yang minim kesinambungan produksi dan berdampak pada stagnasi ekonomi.

“Kita harus berubah. Pertanian tidak boleh hanya mengandalkan panen musiman. Harus ada upaya berkelanjutan agar setiap bulan terjadi panen dan perputaran ekonomi terus berjalan,” tegasnya.

Ia menggagas konsep panen berkelanjutan melalui sistem skala bertahap. Petani didorong membuka lahan dalam beberapa tahap hingga skala sepuluh. Ketika panen di tahap ke-10 selesai, produksi kembali ke tahap pertama sehingga tercipta siklus tanam dan panen tanpa jeda panjang.

“Bukan lagi pola tanam tiga bulan lalu berhenti, atau menunggu lima tahun untuk panen berikutnya. Kita ingin produksi terus berputar dan ekonomi masyarakat bergerak konsisten,” jelasnya.

Selain pembenahan pola tanam, Jimmy juga menargetkan perluasan lahan pertanian dalam skala besar. Ia menilai, ke depan pertanian di Halmahera Selatan harus berorientasi pada pengembangan lahan berhektare-hektare, bukan lagi sebatas skala kecil.

Ketua Wilayah Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Maluku Utara, Mislan Syarif, bersama Ketua terpilih DPD TMI Kabupaten Halmahera Selatan, Jimmy Rifky The, dan jajaran pengurus usai pelantikan periode 2026–2030 di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Senin (16/02/2026).
Meski demikian, ia mengakui kapasitas sebagian petani masih terbatas. Karena itu, DPD TMI akan mengambil langkah proaktif dengan membangun koordinasi bersama pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas teknis terkait untuk membuka lahan produktif yang tidak masuk kawasan hutan lindung.

“Kita butuh kejelasan batas lahan yang bisa dimanfaatkan. Pemerintah daerah harus proaktif memberi informasi dan pendampingan agar masyarakat tidak ragu mengelola lahan,” katanya.

Sebagai Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Daerah Pemilihan (Dapil) IV dari Partai NasDem, Jimmy memastikan TMI akan berkolaborasi dengan OPD teknis seperti Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan. Organisasi, kata dia, akan berperan mengawal serta mengoptimalkan program pemerintah agar lebih luas menjangkau masyarakat.

“Kita membantu memperluas jaringan pemerintah daerah supaya masyarakat yang belum tersentuh bisa dibina. Tapi yang kita dorong adalah masyarakat yang mau berubah. Tanpa kemauan, tentu sulit,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi milenial dan generasi muda dalam membangun pertanian modern berbasis inovasi di Halmahera Selatan.

“Saya berharap TMI menjadi motor penggerak kebangkitan sektor agromaritim daerah. Sinergi organisasi, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat harus diperkuat agar kebijakan benar-benar berpihak pada petani, nelayan, dan peternak hingga ke desa-desa,” tutupnya.

 

Editor | Idham Hasan

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com