Cantik di Depan, DLH Halsel Dinilai Gagal Tangani Persoalan Sampah”
| Tumpukan sampah menggunung di salah satu ruas jalan di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Lemahnya pengelolaan persampahan oleh Dinas Lingkungan Hidup menyebabkan sampah berhamburan di bahu jalan, menebarkan bau busuk dan mengancam kesehatan warga |
Maluku Utara--- Persoalan sampah di Kabupaten Halmahera Selatan kian memprihatinkan. Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Selatan, Samsu Abubakar, bersama Kepala Bidang Persampahan, Radi, pengelolaan sampah dinilai tidak berjalan efektif dan dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan serius.
Pantauan media ini, tumpukan sampah berhamburan di berbagai titik, mulai dari kawasan perkotaan Labuha hingga wilayah perdesaan. Tempat Pembuangan Sampah (TPS) berubah layaknya gunung sampah yang menebarkan bau busuk, mengganggu kenyamanan warga, bahkan berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.
Kondisi paling parah terlihat di sepanjang ruas jalan dari Desa Kupal menuju Desa Panamboan. Sampah menumpuk di bahu jalan, mencemari lingkungan dan mengganggu aktivitas warga yang melintas. Ironisnya, hingga kini belum terlihat langkah konkret dari DLH di bawah kepemimpinan Samsu Abubakar dan Radi untuk mengatasi persoalan tersebut, padahal masalah sampah telah berulang dari tahun ke tahun.
Pertumbuhan penduduk dan meningkatnya pola hidup konsumtif di Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya di wilayah perkotaan Labuha hingga perdesaan, tidak diimbangi dengan kesiapan sistem pengelolaan sampah yang memadai. Akibatnya, volume sampah terus bertambah dari tahun ke tahun, sementara kapasitas pengangkutan, pengawasan lapangan, dan manajemen persampahan oleh DLH dinilai stagnan.
Kondisi ini mencerminkan lemahnya kinerja Dinas Lingkungan Hidup dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Sampah yang dibiarkan menumpuk berpotensi menjadi sumber berbagai penyakit, seperti diare, tifus, dan infeksi lainnya, yang secara langsung mengancam kesehatan masyarakat.
Sumber media ini menyebutkan, keluhan warga terkait persoalan sampah telah berulang kali disampaikan, namun tidak pernah ditindaklanjuti secara serius. Sejumlah TPS bahkan disebut jarang disentuh armada pengangkut, sehingga warga terpaksa hidup berdampingan dengan bau busuk setiap hari.
Zen (40), warga Labuha, dengan tegas meminta Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Basam Kasuba, segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja DLH, khususnya Kepala Dinas Samsu Abubakar dan Kabid Persampahan Randi.
Masalah sampah ini setiap tahun selalu seperti ini. Artinya mereka tidak mampu bekerja. Bupati harus marah dan tegas. Tidak bisa Halmahera Selatan terlihat cantik di depan, tapi di dalamnya bau busuk. Evaluasi bahkan copot Kadis dan Kabid Persampahan karena gagal menjalankan tugas,” tegas Zen.
Ia menambahkan, jika persoalan sampah terus diabaikan, dampaknya tidak hanya merusak lingkungan dan mengancam kesehatan warga, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap kepemimpinan pemerintah daerah.
Masalah sampah kini menjadi tantangan serius pemerintah daerah. Tanpa langkah tegas dan eksekusi cepat, persoalan ini dipastikan akan terus berulang dan membebani masyarakat.(*)
Editor | Idham Hasan
