PKB DPRD Halmahera Selatan Gelar Dialog Interaktif: Fokus pada Infrastruktur Jalan, Kesehatan, dan Pendidikan

Editor: Admin

Wakil Ketua DPC Partai PKB, M. Junaidi Abusama, bersama Safri Talib, tengah mengikuti dialog interaktif membahas berbagai persoalan strategis seperti infrastruktur jalan, akses jaringan telekomunikasi, pelayanan kesehatan, dan pendidikan, Sabtu (13/09/2025). Foto : (Idham/Lugopost.id) 
BACAN,- Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Halmahera Selatan menggelar dialog interaktif bersama masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat di Kantor DPC PKB, Desa Kampung Makian, Kecamatan Bacan, Sabtu (13/09/2025).

Kegiatan ini menjadi ruang terbuka untuk membahas berbagai persoalan strategis yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan, akses jaringan telekomunikasi, hingga pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Dialog dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Halmahera Selatan yang juga Wakil Ketua DPC PKB, M. Junaidi Abusama, didampingi oleh Ketua Fraksi PKB, Safri Talib, serta dihadiri pengurus DPC dan masyarakat dari berbagai wilayah.

Dalam dialog, Junaidi menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang sangat memprihatinkan, khususnya di wilayah seperti Kecamatan Yaba dan Desa Tras Lalubi, Kecamatan Gane Timur, yang menjadi keluhan utama masyarakat.

“Warga harus melintasi jalan rusak setiap hari. Ini sangat menyulitkan mobilitas mereka untuk ke sekolah, ke pasar, bahkan ke fasilitas kesehatan,” ungkap Junaidi.

Ia menegaskan, persoalan ini adalah tanggung jawab bersama antara DPRD dan Pemerintah Daerah, yang harus serius menaruh perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar.

“Jalan adalah urat nadi ekonomi dan pelayanan publik. Jika ini dibiarkan rusak, masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan akan terus tertinggal,” ujarnya.

Masalah akses jaringan telekomunikasi juga mendapat sorotan serius dalam dialog tersebut. Warga di wilayah kepulauan di bagian pesisir masih menghadapi kesulitan sinyal internet dan komunikasi dasar.

Di era digital, sinyal bukan lagi kemewahan, tapi kebutuhan. Warga di daerah pesisir tidak boleh terus-terusan tertinggal karena sinyal yang tak kunjung stabil,” kata Safri Talib.

Akses jaringan yang buruk tidak hanya menghambat komunikasi, tetapi juga berdampak langsung pada pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan publik.

Dalam bidang kesehatan, warga mengeluhkan sulitnya akses menuju fasilitas medis karena jarak yang jauh dan infrastruktur jalan yang buruk. Kondisi ini menyulitkan penanganan darurat dan layanan kesehatan rutin.

Sementara di sektor pendidikan, masih banyak sekolah yang kekurangan guru dan fasilitas dasar. Banyak siswa dari wilayah terpencil harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk bisa belajar.

“Anak-anak kita berjuang setiap hari hanya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Ini tidak boleh terus dibiarkan,” tegas Junaidi.

Fraksi PKB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal semua aspirasi yang disampaikan dalam dialog. Junaidi menutup kegiatan dengan menegaskan bahwa Fraksi PKB akan membawa semua keluhan ini ke meja sidang DPRD dan mendorong agar masuk dalam program prioritas pemerintah daerah.

Dua wakil rakyat Fraksi PKB ini akan menampung semua masukan dan segera menyampaikannya ke pemerintah daerah. Aspirasi ini akan kami perjuangkan dalam forum resmi legislatif,” tegas Junaidi.

“Kami hadir untuk memperjuangkan suara-suara yang selama ini tidak terdengar. Pembangunan harus menyentuh seluruh masyarakat Halmahera Selatan dari Bacan hingga ke pesisir-pesisir jauh di kepulauan,” tambahnya.

Dialog ini menjadi bagian dari agenda rutin Fraksi PKB yang bertujuan memperkuat komunikasi dua arah antara legislatif dan masyarakat, serta mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada rakyat.(Red) 

 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com