Warga Salahudin Menjerit, Pemkot dan DPRD Ternate Diminta Jangan Tutup Mata

Editor: Admin

Berulang kali dikeluhkan, akses jalan setapak sekitar 100 meter di Kelurahan Salahudin belum mendapat penanganan serius. Warga terpaksa bergotong royong memperbaiki kerusakan dengan swadaya.

Peliput : IL | Editor: Idham Hasan

Sejumlah warga Kelurahan Salahudin, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, bergotong royong memperbaiki jalan setapak yang mengalami kerusakan. Perbaikan dilakukan secara swadaya menggunakan tenaga dan material dari masyarakat, menyusul belum adanya penanganan permanen dari pemerintah. Kondisi ini menjadi keluhan warga yang berharap Pemkot Ternate dan wakil rakyat segera memberikan perhatian terhadap akses jalan tersebut. (Foto: Lugopost)
TERNATE,-  Persoalan infrastruktur dasar kembali menjadi keluhan masyarakat. Warga Kelurahan Salahudin, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan setapak sepanjang kurang lebih 100 meter yang hingga kini belum mendapat penanganan serius.

Jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas warga tersebut disebut telah berulang kali mengalami kerusakan. Ironisnya, ketika kerusakan terjadi, masyarakat justru harus turun tangan sendiri untuk memperbaikinya.

Keluhan tersebut, menurut warga, bukan baru sekali disampaikan. Pemerintah Kota Ternate telah beberapa kali menerima aspirasi terkait kondisi jalan itu. Namun, hingga kini belum ada penanganan yang dinilai mampu menyelesaikan persoalan secara permanen.

Tak hanya kepada pemerintah, warga juga mengaku telah mendatangi sejumlah anggota DPRD Kota Ternate yang menjadi wakil masyarakat dari daerah pemilihan setempat. Namun, aspirasi tersebut belum berujung pada bantuan maupun langkah konkret untuk memperbaiki akses jalan tersebut.

Salah seorang warga, Ahmad Hi. Labeka, mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengatakan masyarakat selama ini tidak tinggal diam ketika jalan mengalami kerusakan.2

“Kalau jalan ini rusak, yang kerja kami masyarakat sendiri. Kami berpartisipasi memperbaiki jalan yang rusak ini,” keluh Ahmad kepada media ini, Minggu (23/8/2026).

Menurut Ahmad, kondisi tersebut telah berlangsung berulang kali. Warga tetap bergotong royong melakukan perbaikan karena jalan tersebut merupakan akses yang digunakan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Namun, ia menilai perbaikan secara swadaya tidak seharusnya menjadi solusi permanen. Pemerintah dinilai perlu hadir dan mengambil tanggung jawab agar persoalan jalan tidak terus berulang dan membebani masyarakat.w

Desak Pemkot dan Wakil Rakyat Turun Tangan

Ahmad yang juga masuk dalam tim Kelurahan Salahudin, Kecamatan Ternate Tengah, mendesak Pemerintah Kota Ternate dan pemerintah kelurahan agar turun langsung melihat kondisi jalan tersebut.

Ia juga meminta anggota DPRD Kota Ternate dari Dapil I (Ternate 1) untuk lebih serius menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya menyangkut kebutuhan dasar seperti infrastruktur jalan.

“Jalan ini menjadi akses masyarakat. Kami minta Pemkot Ternate maupun kelurahan dan wakil rakyat bisa memberikan perhatian khusus. Jangan sampai masyarakat terus memperbaiki sendiri,” ujarnya.

Menurut Ahmad, masyarakat tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Warga hanya menginginkan akses jalan yang layak dan aman sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan baik.

Karena itu, warga berharap pemerintah tidak sekadar menerima laporan, tetapi segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi jalan sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.

Bukan Sekadar Jalan Rusak

Kondisi jalan rusak

Bagi warga Salahudin, persoalan tersebut bukan sekadar masalah kerusakan fisik jalan. Akses yang tidak mendapat penanganan permanen membuat masyarakat harus berulang kali mengeluarkan tenaga dan biaya secara swadayaa.

Ahmad menegaskan, masyarakat telah menunjukkan kepedulian dengan bergotong royong memperbaiki jalan menggunakan kemampuan sendiri. Namun, semangat gotong royong tersebut seharusnya mendapat dukungan pemerintah, bukan membuat warga terus bekerja sendiri.

“Jangan sampai masyarakat terus bekerja sendiri memperbaiki jalan yang menjadi akses bersama. Kami berharap pemerintah benar-benar hadir dan memberikan solusi,” tandas Ahmad.

Warga kini menanti langkah nyata Pemerintah Kota Ternate, pemerintah kelurahan maupun wakil rakyat. Sebab, bagi masyarakat, jalan sepanjang sekitar 100 meter mungkin terlihat kecil, tetapi sangat berarti bagi warga yang setiap hari menggantungkan aktivitasnya pada akses tersebut. (*) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com