“Aksi kolaborasi di World Cleanup Day 2025 jadi bukti komitmen jaga lingkungan dan kesehatan masyarakat”
Kegiatan ini menegaskan komitmen perusahaan tambang nikel tersebut untuk menjaga kelestarian alam sekaligus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan.
Aksi dimulai dari jalan utama yang menghubungkan area perusahaan dengan permukiman desa. Karyawan Harita Nickel dari berbagai unit bisnis, mitra TNI-Polri, hingga warga setempat bahu-membahu memungut sampah, terutama plastik, untuk kemudian diangkut ke area pengelolaan milik perusahaan.
Kepala Urusan Umum Pemerintah Desa Kawasi, Ledrik Langkodi, menegaskan pentingnya kolaborasi semacam ini. “Dengan mengagendakan kegiatan seperti ini secara berkelanjutan, kesadaran masyarakat akan tumbuh, dan partisipasi dalam menjaga lingkungan pun semakin meluas,” ujarnya.
![]() |
| Foto istimewa |
Community Affairs General Manager Harita Nickel, Dindin Makinudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian World Cleanup Day bertema “Menuju Indonesia Bersih 2029” yang sudah berlangsung sejak 10 September. Agenda tersebut meliputi lomba kebersihan lingkungan, pembagian sembako, penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan, hingga aksi bersih sampah di Desa Kawasi.
“Melalui momentum World Cleanup Day ini, kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, tidak hanya hari ini saja, tetapi juga secara berkelanjutan,” kata Dindin.
Selain berhasil mengangkut 4,5 ton sampah, Harita Nickel juga memperkenalkan konsep pengelolaan berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kepada siswa sekolah di Kawasi. Perusahaan bahkan telah menerapkan prinsip ekonomi sirkular, seperti memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media biofilter di instalasi pengolahan limbah (IPAL) dan mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar cair untuk operasional.
![]() |
| Harita Nickel menyalurkan bantuan sembako kepada warga Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, sebagai bagian dari program sosial perusahaan. |
Untuk diketahui, Harita Nickel mencatat Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 2024 sebesar 89, dengan nilai rata-rata Social Return on Investment (SROI) mencapai 2,62.
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel sendiri merupakan bagian dari Harita Group yang mengoperasikan tambang dan pabrik pengolahan nikel terintegrasi berkelanjutan di Pulau Obi. Perusahaan ini menjadi pionir pengolahan nikel limonit dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Indonesia, menghasilkan produk strategis Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) hingga nikel sulfat sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.
Editor | Idham Hasan.




