![]() |
| Foto istimewa: Soadri Ingratubun |
Bagi mereka yang pernah bekerja bersamanya, nama Soadri tidak sekadar dikenang sebagai pejabat senior-tetapi sebagai pemimpin yang hangat, bijaksana, dan mampu merangkul semua kalangan tanpa memandang latar belakang.
Akmal Ibrahim: “Ia Bekerja Bukan untuk Pencitraan, Tapi Karena Cinta”
![]() |
| Foto istimewa :Akmal Ibrahim |
Mantan Ketua DPRD Halmahera Selatan dari Fraksi NasDem, Akmal Ibrahim, memberikan kesaksian yang menggetarkan. Ia mengenal Soadri sebagai birokrat murni yang bekerja bukan untuk pujian, tapi karena komitmen melayani.
“Pak Soadri adalah tipe birokrat langka. Tidak banyak bicara, tapi kerjanya nyata. Tidak mengejar panggung, tapi justru meninggalkan pengaruh besar. Beliau tidak pernah memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi. Semua demi masyarakat dan daerah,” ujar Akmal dengan suara berat.
Menurutnya, di tengah pusaran birokrasi yang sering kali dipenuhi ambisi politik, Soadri tampil sebagai penyejuk. Ia mampu menjalin komunikasi lintas fraksi dan menjaga stabilitas antara eksekutif dan legislatif.
“Kami di DPRD sangat menghormatinya. Sosok seperti beliau tidak lahir setiap hari,” tambah Akmal yang juga mantan legislator dua periode itu.
Serka Asmir Kamil: “Kami Menyebutnya Abang Besar”
![]() |
| Foto istimewa: Asmir Kamil |
“Kami di lapangan mengenal beliau sebagai Abang Besar. Tegas, tapi rendah hati. Kalau kami butuh koordinasi cepat, beliau selalu responsif. Tidak pernah mempersulit. Selalu ada untuk mendukung pengamanan dan stabilitas daerah,” ujar Asmir.
Baginya, Soadri bukan tipe pejabat yang hanya muncul saat seremoni atau agenda resmi. Ia hadir dalam sunyi, bekerja di balik layar, dan selalu mendukung tugas-tugas TNI dalam menjaga keamanan wilayah.
“Beliau bukan hanya tokoh sipil, tapi juga pengayom kami di jajaran teritorial,” tambahnya.
Jejak yang Tak Akan Padam
Kesaksian dari berbagai kalangan ini menjadi bukti bahwa pengaruh Soadri melampaui sekat jabatan. Ia tak hanya dihormati oleh ASN, tapi juga oleh para politisi, aparat militer, bahkan insan pers.
Dalam dunia yang kadang dingin dan pragmatis, sosok seperti Soadri adalah pelita. Ia membuktikan bahwa birokrasi bisa dijalani dengan hati, dan kepemimpinan bisa tumbuh dari kejujuran dan kesetiaan pada tugas.
Kini, ketika ia menutup lembaran kariernya dengan purna tugas, doa dan penghargaan datang dari segala arah. Bukan karena kekuasaan yang ia genggam, tapi karena ketulusan yang ia wariskan.
Editor | Idham Lugopost



