LABUHA, Maluku Utara – Sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Halmahera Selatan, bersama pengurus Masjid Kesultanan Bacan, menggelar doa bersama untuk memohon keselamatan bagi Sahril Helmi, wartawan Metro TV, yang menjadi korban kecelakaan speed boat Basarnas Maluku Utara. Hingga saat ini, Sahril masih belum ditemukan, sementara doa juga dipanjatkan untuk korban lainnya yang meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Doa bersama ini digelar pada Senin malam (3/2/2025) di Masjid Kesultanan Bacan, setelah shalat Maghrib, dan dipimpin oleh Ustaz Ikhwan Soleman, didampingi oleh Ustaz Alwi Asagaf serta Ketua Gema Suba, M. Husni Muslim. Hadir pula Ompu Imam dan Badan Sarah Masjid Kesultanan Bacan.
Dalam suasana penuh harapan dan kesedihan, peserta doa bersama mengungkapkan doa agar Sahril Helmi segera ditemukan dalam keadaan selamat. Ketua Gema Suba, M. Husni Muslim, yang juga seorang pemerhati media, menyampaikan harapan tulus dari para wartawan dan masyarakat setempat.
"Doa ini kami panjatkan untuk memohon keselamatan, agar saudara Sahril segera ditemukan dalam keadaan hidup," ujar M. Husni Muslim, mewakili rekan-rekan wartawan yang hadir.
Sementara itu, Samsudin Chalil, Kepala Biro Wartawan Malut Post di Halmahera Selatan, turut menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa rekan sejawatnya tersebut. Menurut Samsudin, Sahril dikenal sebagai sosok yang pendiam, disiplin, dan selalu menuruti arahan dengan baik, sehingga kepergiannya sangat mengguncang dunia jurnalistik di daerah tersebut.
"Sebagai sahabat, kami merasa sangat kehilangan. Kami berharap pihak Basarnas segera menemukan Sahril dalam keadaan hidup," ujar Samsudin, dengan penuh harapan.
Acara doa bersama ini mencerminkan solidaritas yang kuat di antara komunitas wartawan dan masyarakat setempat. Semua pihak berharap agar upaya pencarian oleh Basarnas segera membuahkan hasil dan Sahril dapat ditemukan dalam keadaan selamat. (Idham)
