Oleh: Edy Musa Pemerhati Sosial
Kepulauan Joronga merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Kecamatan ini memiliki luas 148,93 km² dengan jumlah penduduk sekitar 7.154 jiwa pada tahun 2020. Ibukota kecamatan terletak di Desa Kukupang.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, tiga desa di Kecamatan Kepulauan Joronga, yaitu Desa Yomen, Kurunga, dan Liboba Hijrah, telah ditetapkan sebagai Desa Lokus Program TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu) oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) pada tahap II tahun 2024.
Tantangan Pembangunan di Kepulauan Joronga
Pembangunan di wilayah pesisir Kepulauan Joronga belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Salah satu penyebab utama adalah kesenjangan antara daerah pedesaan dan perkotaan akibat bias pembangunan yang lebih berpihak pada ekonomi perkotaan. Akibatnya, desa-desa terpencil cenderung tertinggal dalam aspek ekonomi, infrastruktur, dan sosial.
Untuk mengatasi hal tersebut, strategi pengembangan desa tertinggal di Kepulauan Joronga perlu difokuskan pada sektor pertanian berbasis agribisnis, mengingat mayoritas penduduknya adalah petani dan nelayan. Program pembangunan pedesaan harus memprioritaskan tiga aspek utama:
1.Peningkatan Ekonomi Rakyat (Mengentaskan Kemiskinan)
2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (Mengatasi Kebodohan)
3. Pembangunan Infrastruktur
Program TEKAD dalam Pengembangan Potensi Lokal Desa
Pengembangan ekonomi desa memerlukan pendekatan yang terintegrasi dengan program pemberdayaan masyarakat, baik dalam aspek pembangunan infrastruktur maupun penguatan potensi lokal. Tujuan akhirnya adalah menciptakan kemandirian dan kesejahteraan bagi masyarakat desa.
Desa Liboba Hijrah, Kurunga, dan Yomen merupakan bagian dari program pengembangan TEKAD. Potensi sumber daya lokal dalam bidang pertanian dan agribisnis menjadi fokus utama pengembangan oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat. Beberapa desa lain di Indonesia yang telah merasakan dampak positif dari Program TEKAD antara lain:
- Desa Lembang, Bandung Barat: Ulus Pirmawan berhasil mengembangkan usaha pertanian yang mengekspor buncis ke mancanegara.
-Desa Garut, Jawa Barat: Andris Wijaya sukses mengembangkan usaha beras dengan omzet miliaran rupiah.
-Desa Purbalingga: Ishak Abdul Azis berhasil mengembangkan usaha krupuk singkong dengan omzet puluhan juta rupiah.
- Desa di Sulawesi Selatan: Mardiana sukses dalam budidaya jamur liar dan mengekspor produknya.
- Desa Cianjur: Aang Permana mengembangkan usaha pengolahan ikan petek dengan omzet ratusan juta rupiah.
Tujuan Program TEKAD
Program TEKAD bertujuan untuk:
- Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa.
- Mengurangi tingkat kemiskinan dan kesenjangan ekonomi.
- Meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
- Mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan manusia.
Strategi Pengembangan Potensi Lokal Desa
Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa strategi utama yang perlu diterapkan antara lain:
-Pengembangan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa.
- Peningkatan kapasitas masyarakat desa
melalui pelatihan dan pendampingan.
- Pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung guna menunjang kegiatan ekonomi.
-Promosi produk lokal dan pengembangan pasar agar hasil produksi desa memiliki daya saimelalu
-Kerja sama dengan pihak ketiga seperti swasta, LSM, dan organisasi non-pemnon-pemerintah
Program Unggulan TEKAD
Program TEKAD, yang dimulai sejak tahun 2020, merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Fokus utama program ini adalah pemberdayaan masyarakat desa di Indonesia Timur melalui:
- Pengembangan usaha pertanian dan peternakan.
- Pengembangan industri kreatif dan kerajinan.
- Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
- Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
- Pengembangan keuangan mikro dan akses pembiayaan.
Manfaat Program TEKAD
Sebagai salah satu program unggulan Kemendesa PDTT, TEKAD telah memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat desa, seperti:
- Meningkatkan pendapatan masyarakat.
- Menciptakan lebih banyak peluang kerja.
- Meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
- Mengurangi tingkat kemiskinan.
- Memperkuat ketahanan ekonomi desa.
Dukungan Pemerintah Daerah
Agar program ini berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, diperlukan dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan, baik dalam bentuk kebijakan strategis maupun dukungan finansial. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam pengembangan ekonomi desa, sehingga dapat mengurangi jumlah desa tertinggal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Dengan strategi yang tepat dan dukungan yang memadai, Program TEKAD dapat menjadi solusi nyata dalam mengembangkan ekonomi desa terpencil, khususnya di Kepulauan Joronga, serta menciptakan desa yang mandiri dan sejahtera.