![]() |
| istimewah |
Halmahera Selatan, 19 Mei 2024 - Dalam wawancara eksklusif dengan melalui sambungan telepon, Agusti Talib menegaskan keseriusannya untuk bertarung dalam pemilihan Bupati Kabupaten Halmahera Selatan tahun 2024. Agusti, yang berasal dari Pulau Obi, mengungkapkan bahwa ia telah melakukan komunikasi dengan beberapa partai politik untuk mendapatkan dukungan.
“Saya sangat serius bertarung sebagai Bupati Halmahera Selatan. Hingga saat ini langkah-langkah komunikasi ke beberapa partai politik sudah saya lakukan. Doakan saja, Insya Allah semua berjalan lancar,” ujar Agusti.
Ketika ditanya mengenai partai-partai yang sudah memberikan sinyal rekomendasi B1KWK, Agusti memilih untuk tidak menyebutkan nama-nama partai tersebut. “Kita menunggu saja, Insya Allah sudah ada sinyal B1 KWK dari tiga partai,” tambahnya.
Agusti juga mengimbau agar semua kontestan di Pilkada Halmahera Selatan menjadikan momentum elektoral ini sebagai ajang perbaikan daerah di semua sektor kehidupan, bukan sebagai ajang menciptakan fragmentasi di masyarakat.
“Saya menghormati semua kontestan Pilkada, dan mungkin ada yang lebih senior dari saya. Saya menyarankan agar Pilkada 2024 kita maknai sebagai perlombaan memperbaiki daerah, bukan ajang menciptakan fragmentasi di masyarakat,” tegas Agusti.
Visi: Desa Sejahtera, Halsel Maju
Saat ditanya mengenai visinya untuk Halmahera Selatan, Agusti menjawab dengan spontan, “Desa Sejahtera, Halsel Maju”. Ia menekankan pentingnya memprioritaskan desa-desa sebagai konstituen yang telah memilihnya. Berdasarkan data Indeks Desa Membangun tahun 2023 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Agusti menjelaskan bahwa dari 249 desa di Halmahera Selatan, terdapat 162 desa tertinggal, 7 desa sangat tertinggal, 68 desa berkembang, dan hanya 12 desa yang masuk kategori maju dan mandiri.
“Mohon dicatat, berdasarkan data Indeks Desa Membangun tahun 2023, dari 249 desa di Kabupaten Halmahera Selatan, terdapat 162 desa tertinggal, 7 desa sangat tertinggal, 68 desa berkembang, dan 12 desa sisanya yaitu desa maju dan desa mandiri. Silakan di crosscheck mungkin saya keliru membaca data,” ungkap Agusti.
Agusti, yang juga merupakan Komisaris di perusahaan konsultan pertambangan dan Direktur di beberapa perusahaan pertambangan, menyatakan bahwa ia telah memikirkan model pembangunan Halmahera Selatan yang dimulai dari desa sejak lima tahun terakhir. “Saya sudah memikirkan bangun desa lima tahun terakhir ini,” cetusnya.
Ia menyoroti pentingnya pendampingan ketat dan peningkatan kapasitas aparatur desa agar penggunaan dana desa bisa tepat sasaran. Agusti juga menyatakan bahwa ia telah menyiapkan strategi pembangunan di beberapa bidang, salah satunya adalah pertanian modern. Jika terpilih, ia berencana menggandeng akademisi untuk melakukan kajian komprehensif guna menentukan titik strategis pembangunan pertanian modern di tahun pertama masa jabatannya.
“Akademisi itu penting dalam membangun daerah. Mereka harus difungsikan untuk melakukan kajian-kajian komprehensif, sehingga konsep membangun daerah yang kita lakukan tidak salah arah,” ujarnya.
Dengan penuh semangat, Agusti menutup wawancara dengan harapan dan doa agar niatnya untuk membangun Halmahera Selatan dapat berjalan dengan baik. “Doakan saja, semoga niat saya membangun Halmahera Selatan menemukan jalannya,” tutup Agusti. (idham)
.jpg)

